Contoh Sikap yang Tidak Termasuk Cerminan Nilai Sila ke-4 Pada Lingkungan Sekolah

Nilai-nilai Pancasila merupakan dasar fundamental yang seharusnya diterapkan dalam setiap ambang kehidupan bangsa Indonesia, termasuk pula di lingkungan pendidikan seperti sekolah. Salah satu nilai dalam Pancasila yang seringkali ditekankan adalah sila ke-4, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Dalam konteks sekolah, nilai ini dijabarkan dalam bentuk keadilan, kebersamaan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan. Namun, ada berbagai sikap yang justru menunjukkan ketiadaan nilai ini. Artikel ini akan membahas beberapa contoh sikap yang tidak termasuk sebagai cerminan dari nilai sila ke-4 di lingkungan sekolah.

Table of Contents

1. Kehilangan Rasa Keadilan

Nilai sila ke-4 mengajarkan kita tentang pentingnya keadilan. Namun, sikap yang menunjukkan ketiadaan nilai ini adalah ketika seorang siswa atau guru hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan hak dan kewajiban orang lain. Misalnya, seorang siswa yang selalu ingin menang sendiri dalam setiap diskusi kelas atau seorang guru yang memberikan nilai secara subjektif.

2. Kurangnya Partisipasi

Nilai sila ke-4 juga berarti partisipasi yang aktif dalam kegiatan sekolah. Namun, sikap yang menunjukkan ketiadaan nilai ini adalah ketika seorang siswa atau guru tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Misalnya, seorang siswa yang selalu absen tanpa alasan yang jelas pada saat kegiatan ekstrakurikuler, atau seorang guru yang tidak pernah hadir dalam rapat sekolah.

3. Tidak Ada Rasa Kebersamaan

Nilai sila ke-4 mencakup pentingnya kebersamaan. Namun, tindakan yang tidak mencerminkan nilai ini bisa terjadi ketika siswa atau staf pendidikan tidak menghargai keanekaragaman dan persatuan, misalnya dengan memperlakukan teman sekelas atau kolega kerja tidak adil berdasarkan perbedaan agama, ras, atau latar belakang sosial ekonomi.

Dalam mengimplementasikan nilai sila ke-4 di lingkungan sekolah, penting bagi setiap anggota sekolah untuk selalu menunjukkan sikap yang positif dan mengedepankan nilai-nilai keadilan, partisipasi, dan kebersamaan.

Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk belajar dan mengembangkan karakter siswa yang baik dan berlandaskan Pancasila.

Sebaliknya, sikap negatif yang telah disebutkan di atas harus sebisa mungkin dihindari agar tidak merusak harmoni dan integritas lingkungan sekolah.

Mari bersama kita wujudkan sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan kita sehari-hari!

Leave a Comment