Yang Bukan Merupakan Nilai yang Sudah Dipegang Teguh Masyarakat di Kawasan Nusantara

Masyarakat Nusantara, meliputi Indonesia, Malaysia, dan Brunei, telah lama dikenal memiliki nilai-nilai tradisional dan budaya yang kuat dan dipegang teguh. Tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa hal yang bukanlah bagian dari nilai yang dipegang masyarakat kawasan Nusantara.

Pertama, konsep individualisme cenderung bukan menjadi bagian dari nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Nusantara. Masyarakat di kawasan ini umumnya lebih mengedepankan nilai-nilai kolektivisme. Budaya gotong royong dan kebersamaan lebih dikedepankan daripada pencapaian individu.

Kedua, budaya konsumtif juga bukan bagian dari nilai yang telah lama dipegang oleh masyarakat Nusantara. Sejatinya, masyarakat Nusantara lebih mementingkan kebutuhan daripada keinginan. Namun, pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi telah membawa pergeseran paradigma ini.

Ketiga, masyarakat Nusantara umumnya tidak memiliki budaya untuk meremehkan orang lain atau mengejek kekurangan orang lain. Nilai-nilai sopan santun dan penghormatan terhadap sesama adalah hal yang sangat penting dalam masyarakat Nusantara. Namun, kemajuan media sosial dan anonimitas di dunia digital seringkali membuat orang lupa akan nilai penting ini.

Keempat, budaya merusak atau mengabaikan lingkungan bukanlah sesuatu yang melekat dalam masyarakat Nusantara. Masyarakat di kawasan ini pada umumnya hidup berdampingan dengan alam dan menjaga lingkungan sebaik mungkin. Namun demikian, perindustrian dan kapitalisme seringkali menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

Sementara masyarakat Nusantara memiliki nilai-nilai yang kukuh dan dihargai, penting juga untuk mengakui bahwa ada beberapa hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Dengan pengakuan ini, kita dapat terus mendorong dan memperkuat nilai positif ini sambil berusaha mengeliminasi dampak negatif dari nilai-nilai yang kurang sejalan dengan budaya Nusantara.

Leave a Comment