Negara Indonesia, dengan sebelumnya berdiri sebagai sebuah negara kepulauan besar yang melibatkan banyak suku dan budaya, menghadapi tantangan unik terkait pertahanan dan keamanan. Tantangan tersebut, mencakup isu-isu topografi, sumber daya, dan infrastruktur, menuntut kesadaran pertahanan dan keamanan yang sangat kuat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia telah merumuskan dan menerapkan sistem pertahanan dan keamanan yang serba komprehensif yang melibatkan berbagai aspek mulai dari militer, hukum, hingga sosial budaya.
Dua Pilar Pokok
Sistem pertahanan dan keamanan di Indonesia didirikan berdasarkan dua pilar pokok: Pertahanan Negara dan Keamanan Negara.
Pertahanan Negara
Dalam konteks pertahanan, Indonesia menerapkan konsep “Pertahanan Semesta”. Mengacu pada Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, konsep ini merupakan strategi pertahanan yang melibatkan partisipasi seluruh warga negara. Sebagai bagian dari strategi ini, tugas utama militer (TNI) adalah melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan negara.
Keamanan Negara
Dalam hal keamanan, Indonesia menerapkan konsep “Keamanan dan Ketertiban Masyarakat” (Kamtibmas). Kamtibmas adalah upaya bersama antara aparat, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan ketertiban dan keamanan yang dapat mendukung pelaksanaan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional. Dalam konteks ini, peran kepolisian (POLRI) menjadi sangat penting sebagai penegak hukum dan pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kolaborasi dan Kerja Sama
Sistem pertahanan dan keamanan Indonesia juga beroperasi berdasarkan mekanisme kolaborasi dan kerja sama antara berbagai entitas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini melibatkan berbagai lembaga yang beroperasi dalam ruang lingkup hukum, intelijen, dan politik, serta dengan negara-negara lain melalui kerja sama bilateral dan multilateral dalam upaya mencegah dan menangani ancaman dan tantangan keamanan.
Dalam prakteknya, sistem pertahanan dan keamanan Indonesia tidak hanya fokus pada aspek militer atau fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan nilai-nilai nasional, pengembangan sumber daya manusia, hingga perlindungan hak asasi manusia. Maka, sistem pertahanan dan keamanan menjadi sesuatu yang tidak hanya dimiliki, tetapi juga dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sistem pertahanan dan keamanan yang diterapkan oleh Negara Indonesia bermuara pada kondisi aman, tentram dan damai yang diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan bangsa dalam mencapai tujuan nasional.