Pada era kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia pernah menerapkan konsep politik yang disebut NASAKOM. Konsep ini adalah singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Ide ini lahir sebagai bentuk dari usaha Soekarno dalam menyatukan berbagai kelompok ideologi di Indonesia menjadi satu dalam Visi Indonesia. Tetapi, apa sebenarnya dampak dari konsep NASAKOM ini bagi bangsa Indonesia? Mari kita telisik lebih lanjut.
Pemahaman Tentang Konsep NASAKOM
Konsep NASAKOM yang dicanangkan oleh Soekarno memang mendapatkan sambutan yang cukup positif pada awalnya. NASAKOM dirancang sebagai penggabungan dari tiga elemen penting dalam masyarakat Indonesia, yaitu nasionalis, agamis, dan komunis. Soekarno berharap bahwa melalui NASAKOM, semua pihak bisa saling menghargai dan tidak melakukan diskriminasi satu sama lain berdasarkan ideologi.
Dampak NASAKOM bagi Indonesia
Dalam implementasinya, konsep NASAKOM ini tidak berjalan sesuai dengan harapan Soekarno. Justru, banyak dampak negatif yang timbul dari penerapan konsep ini, diantaranya:
Memperbesar Jurang Perpecahan
Salah satu dampak terbesar dari konsep NASAKOM adalah justru memperbesar jurang perpecahan di masyarakat. Jauh dari visi awal untuk mempersatukan, konsep ini malah membuat terjadi benturan antar ideologi. Sudut pandang yang berbeda dari masing-masing ideologi ini membuat terjadinya gesekan-gesekan di masyarakat.
Memicu Terjadinya G30S/PKI
Puncak dari perpecahan ini terjadi dalam bentuk Gerakan 30 September atau yang lebih dikenal dengan G30S/PKI. Masyarakat yang terpecah-pecah akibat adanya benturan ideologi ini berujung pada terjadinya peristiwa tersebut yang melibatkan pihak komunis.
Mengganggu Stabilitas Politik
Perpecahan dalam masyarakat juga berdampak pada terganggunya stabilitas politik. Pergolakan yang terjadi di masyarakat membuat pemerintahan pada saat itu terganggu dan berujung pada runtuhnya era kepemimpinan Soekarno.
Kesimpulan
Meskipun dengan niat baik dan tujuan mulia untuk mempersatukan bangsa, penerapan konsep NASAKOM oleh Presiden Soekarno justru berdampak negatif bagi Indonesia. Dari pengalaman ini, kita bisa belajar bahwa setiap ideologi memang memiliki bobot dan dampaknya masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk memilih dan menerapkan ideologi yang paling sesuai dan membawa dampak positif bagi masyarakat.