Sejarah mencatat, konflik dan perlawanan terhadap penjajahan tidak hanya menjadi fokus di Jawa, Sumatra, atau Sulawesi, tetapi juga sering terjadi di Maluku Utara, khususnya Ternate. Kepulauan yang dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah internasional ini pernah menjadi pusat pertarungan antara rakyat Ternate dan penjajah bangsa Portugis yang mendominasi perdagangan dan politik di kawasan tersebut.
Tindakan Bangsa Portugis
Dalam bingkai sejarah, bangsa Portugis sudah mencapai Ternate pada awal abad ke-16. Mereka datang dengan alasan perdagangan, tidak lama kemudian ingin menguasai sepenuhnya Maluku sebagai sumber rempah-rempah yang kaya dan strategis.
Bangsa Portugis, dengan segala kepiawaiannya, mampu merengkuh kepercayaan sejumlah pihak kerajaan Ternate dan membangun benteng serta gereja sebagai sarana penyebaran agama Kristiani. Tindakan tersebut rupanya menuai keluhan dan perlawanan dari sebagian besar rakyat Ternate.
Perlawanan Rakyat Ternate
Rakyat Ternate tidak tinggal diam dengan dominasi bangsa Portugis yang semakin lama semakin lantang. Penindasan Portugis memicu perlawanan kuat dari masyarakat lokal. Selain penindasan, faktor penyebaran agama Kristen oleh bangsa Portugis juga menjadi satu dari banyak pemicu ketidakpuasan rakyat.
Perlawanan rakyat Ternate bukan hanya sekedar unjuk rasa atau demonstrasi semata. Mereka benar-benar berperang melawan bangsa Portugis. Salah satu perlawanan yang sangat dikenal adalah “Perang Ternate” pada tahun 1570 yang dipimpin oleh Sultan Babullah.
Perang Ternate bukanlah perang sederhana karena melibatkan banyak pihak, termasuk sekutu Portugis dari kerajaan lain dan orang Ternate sendiri yang telah memeluk agama Kristen.
Perang Ternate dan Kemenangan Rakyat
Meski perang berlarut-larut, semangat rakyat Ternate untuk mengusir penjajah tidak pernah pudar. Dipimpin oleh Sultan Babullah, rakyat Ternate berhasil mengusir bangsa Portugis dari Ternate pada tahun 1575.
Legenda Sultan Babullah hingga kini tetap hidup dan diingat oleh warga Ternate sebagai pahlawan yang telah memimpin perlawanan dan berhasil menyingkirkan dominasi Portugis di Pulau Ternate.
Itulah sekilas tentang bangsa Portugis dan bagaimana tindakan mereka memicu perlawanan rakyat Ternate. Sebuah sejarah yang menjelaskan bahwa kekuatan penjajahan tidak akan pernah mampu menggulingkan semangat kebebasan sebuah bangsa, setegar apapun penindasannya.