Anak Dapat Membedakan Antara Angka dan Jumlah: Pandangan Teori

Dalam dunia pendidikan anak, salah satu topik yang sering diperdebatkan adalah kemampuan anak dalam membedakan antara angka dan jumlah. Akankah anak mampu mengidentifikasi perbedaan ini secara intuitif, atau apakah ini merupakan hasil dari proses belajar yang lebih kompleks? Pada artikel ini, kita akan mengeksplor teori yang memiliki pandangan mengenai kemampuan anak untuk membedakan antara angka dan jumlah.

Teori Piaget

Teoritikus kognitif Jean Piaget mengemukakan bahwa anak-anak melewati empat tahap perkembangan kognitif – sensorimotor, pra-operasi, operasi konkret, dan operasi formal. Menurut teorinya, kemampuan anak untuk membedakan antara angka dan jumlah berkembang pada tahap operasi konkret, yang meliputi usia 7 hingga 11 tahun.

Piaget berpendapat bahwa anak mulai mengembangkan pengertian tentang angka-angka dan menghubungkannya dengan jumlah pada tahap ini. Ia menekankan, bahwa keterampilan matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian diperoleh melalui manipulasi objek konkret dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Teori Gelombang

Teori gelombang yang diajukan oleh Robbie Case, mengusulkan bahwa kemampuan anak untuk membedakan angka dan jumlah dilakukan melalui tahap pertumbuhan kognitif yang terstruktur secara hierarkis. Teori ini mengemukakan, bahwa anak-anak harus mencapai titik kritis – atau ‘gelombang’ – dalam perkembangan kognitif mereka sebelum file:///C:/Users/gitap/AppData/Local/Temp/Rar$EXa9612.55236/make_upload.shssfully.html mereka dapat memahami konsep angka dan jumlah.

Dalam pandangan ini, anak-anak terlebih dahulu belajar mengenai angka dan jumlah melalui pengalaman sensoris dan motorik. Kemudian, mereka akan mulai menggunakan proses berpikir yang lebih abstrak untuk memahami konsep matematika yang lebih kompleks – seperti membedakan antara angka dan jumlah.

Teori Intuitif

Teori intuitif, seperti yang diusulkan oleh Spelke dan Feigenson, berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan kemampuan intuitif untuk memahami konsep angka dan jumlah. Menurut teori ini, anak-anak bahkan sejak bayi telah memiliki pemahaman dasar mengenai jumlah dan perbandingan, yang melibatkan pengelompokan objek berdasarkan jumlahnya.

Pendukung teori ini mengacu pada penelitian yang menunjukkan bahwa bayi bisa mengenali perbedaan yang mencolok dalam jumlah – seperti perbedaan antara satu objek dan tiga objek – dan itu bersifat universal pada berbagai budaya.

Kesimpulan

Kemampuan anak untuk membedakan antara angka dan jumlah merupakan topik yang kompleks yang telah menjadi fokus berbagai teori dalam psikologi perkembangan. Walaupun setiap teori memiliki pendekatan yang berbeda, satu hal yang pasti adalah bahwa anak-anak secara bertahap mengembangkan keterampilan matematika dan kemampuan untuk membedakan antara angka dan jumlah seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Memahami pandangan berbagai teori ini penting bagi para pendidik dan orang tua, karena dapat membantu mereka merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Juga, pendekatan yang holistik dan terintegrasi terhadap pendidikan matematika dapat memastikan bahwa anak-anak memperoleh pemahaman yang tepat dan komprehensif mengenai konsep angka dan jumlah.

Leave a Comment