Jumlah Kaum Muslimin dalam Rombongan Hijrah Pertama ke Habasyah

Hijrah, suatu peristiwa bersejarah dalam islam yang menjadi tonggak perubahan bagi perkembangan umat islam. Di antara sekian peristiwa hijrah yang ada, hijrah ke Habasyah menjadi yang paling menarik untuk dibahas. Tidak hanya karena merupakan hijrah internasional pertama dalam sejarah islam, melainkan juga karena jumlah kaum muslimin yang turut serta dalam rombongan hijrah pertama tersebut.

Latar Belakang Hijrah ke Habasyah

Sebelum menuju pada bagian inti yaitu mengenai jumlah kaum muslimin dalam rombongan hijrah pertama ke Habasyah, penting untuk memahami latar belakang peristiwa tersebut. Peristiwa ini bermula ketika kaum muslimin di Mekkah mengalami tekanan dan siksaan yang berat dari kaum Quraisy. Maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat Islam untuk berhijrah ke Habasyah (sekarang ini dikenal sebagai Etiopia), sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja Najasyi yang dikenal adil dan toleran.

Jumlah Kaum Muslimin dalam Rombongan Hijrah Pertama

Peristiwa hijrah pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M. Rombongan ini dipimpin oleh Utsman bin Affan dan istrinya, Ruqayyah binti Muhammad. Menurut catatan sejarah, jumlah kaum muslimin yang hijrah pada fase pertama ini adalah 11 orang laki-laki dan 4 orang wanita. Mereka berangkat secara diam-diam tanpa pengetahuan kaum Quraisy guna menghindari penghalangan.

Jumlah peserta hijrah ini mungkin terlihat kecil dibandingkan dengan jumlah total umat islam saat itu. Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah peristiwa monumental pertama dalam sejarah islam di mana umat islam berani meninggalkan tempat lahirnya dan melawan tekanan kaum Quraisy.

Kesimpulan

Hijrah ke Habasyah adalah salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah islam. Meski rombongan hijrah pertama hanya berjumlah 15 orang, keputusan berani mereka untuk berhijrah ke negara lain dalam rangka menjalani kehidupan beragama dengan lebih bebas menjadi inspirasi bagi umat islam lainnya. Melalui fakta ini, kita dapat belajar bahwa dalam perjuangan, bukanlah jumlah yang menjadi penentu, melainkan keberanian dan komitmen untuk berjuang demi keyakinan.

Leave a Comment