Pada Akhir Sidang Pertama BPUPKI: Ketua BPUPKI Membuat Panitia Kecil atau Panitia Delapan

Sejarah Indonesia adalah tema yang tiada henti dalam dalam mengisahkan dinamika dan getolnya bangsa ini dalam mencapai kemerdekaannya. Salah satu segmen penting dalam sejarah perjuangan Indonesia adalah pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Artikel ini akan berfokus pada momen penting dalam sidang pertama BPUPKI, yaitu pembentukan Panitia Kecil atau Panitia Delapan oleh Ketua BPUPKI.

Apa Itu BPUPKI?

Sebelum kita menjelajahi lebih lanjut tentang pembentukan Panitia Kecil atau Panitia Delapan, ada baiknya kita pahami dahulu apa itu BPUPKI. BPUPKI adalah badan yang dibentuk oleh Jepang pada tanggal 1 Maret 1945, bertujuan untuk merumuskan dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Sidang Pertama BPUPKI dan Pembentukan Panitia Kecil

Setelah dikukuhkan, BPUPKI menggelar sidang pertama pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Sidang ini penyelenggarannya di gedung Volksraad (Istana Negara saat ini). Di akhir sidang pertama inilah Ketua BPUPKI, Drs. K. Radjiman Wedyodiningrat, membuat suatu langkah strategis dengan pembentukan Panitia Kecil atau yang juga dikenal sebagai Panitia Delapan.

Panitia Kecil ini dibentuk dengan tujuan untuk merumuskan piagam tentang dasar negara (kedudukan, struktur, dan kewenangan) dan rumusan Proklamasi. Panitia Delapan terdiri dari delapan anggota BPUPKI yang memiliki peran penting dalam perumusan dokumen penting tersebut, di antaranya adalah Soekarno, Hatta, Alexander Andries Maramis, Ahmad Subarjo, Agus Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso, Muhammad Yamin dan Ki Hajar Dewantoro.

Mengapa Pembentukan Panitia Delapan Penting?

Pembentukan Panitia Delapan oleh Ketua BPUPKI menjadi peristiwa penting dalam rentetan perumusan kemerdekaan Indonesia. Hal ini lebih banyak dilatarbelakangi oleh kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan Indonesia harus disiapkan secara matang. Melalui Panitia Delapan ini, terjadi perumusan penting terhadap landasan negara yang kemudian dikenal dengan Pancasila, dan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Penutup

Dengan demikian, pada akhir sidang pertama BPUPKI, peran Ketua BPUPKI dalam membentuk Panitia Delapan atau Panitia Kecil menunjukkan betapa pentingnya persiapan matang dalam merumuskan penerapan kemerdekaan. Peristiwa ini menjadi penandai begitu besarnya tanggung jawab dan peran BPUPKI — khususnya Panitia Delapan — dalam merumuskan blueprint dasar negara dan proklamasi kemerdekaan yang merupakan tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.

Leave a Comment