Manajemen ilmiah adalah ilmu yang semakin diminati oleh banyak perusahaan. Prinsip utama yang mendasari metode ini adalah penerapan metode ilmiah untuk memecahkan masalah manajemen. Sekalipun begitu, ada beberapa aspek atau variabel dalam bisnis dan manajemen yang sering diabaikan dalam kerangka manajemen ilmiah. Untuk itu, dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja yang tidak termasuk dalam variabel yang harus diperhatikan dalam manajemen ilmiah.
Karakteristrik Karyawan
Metode manajemen ilmiah biasanya mengabaikan kompleksitas karyawan sebagai individu. Ini berarti manajemen ilmiah cenderung melihat karyawan sebagai elemen produksi yang dapat dikendalikan dan diukur. Prinsip ini kurang mempertimbangkan bahwa setiap karyawan memiliki motivasi, keahlian dan kepribadian yang berbeda-beda.
Inovasi
Dalam model manajemen ilmiah, fokus utamanya adalah efisiensi dan produktivitas. Seringkali, hal ini mengedepankan standarisasi dan metode kerja yang terukur. Sayangnya, hal ini mungkin menghambat inovasi dan kreativitas karyawan, karena proses dan prosedur yang rigid.
Kepemimpinan
Manajemen ilmiah cenderung fokus pada aspek fisik dan dapat diukur, sementara aspek-aspek non fisik seperti kepemimpinan sering kali diabaikan. Padahal, kepemimpinan memegang peran penting dalam mendorong kinerja tim dan karyawan.
Emosi dan Hubungan Karyawan
Aspek emosi dan hubungan antar karyawan juga diabaikan dalam manajemen ilmiah. Emosi dan hubungan interaksi sosial sangat penting bagi kesejahteraan karyawan dan dapat berdampak langsung pada kinerja mereka.
Alur Kerja
Manajemen ilmiah seringkali menciptakan alur kerja yang terlalu berstruktur dan rigid. Meskipun ini bisa meningkatkan efisiensi, namun hal ini dapat menimbulkan stress dan kebosanan pada karyawan.
dalam kesimpulannya, meski manajemen ilmiah dapat memberikan hasil yang signifikan dalam hal efisiensi dan produktivitas, namun sebagai seorang manajer, penting untuk tidak hanya fokus pada variabel-variabel yang ditonjolkan dalam manajemen ilmiah. Ingatlah bahwa karyawan anda bukan mesin, mereka adalah manusia dengan segala kompleksitas dan keunikan yang mereka miliki. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan berbagai aspek non-fisik dan emosional dalam manajemen.