Islam, sebagai agama yang menerapkan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan, memberikan hak-hak serta kedudukan yang terhormat untuk wanita, terutama dalam perannya sebagai ibu. Nabi Muhammad SAW memberikan penghargaan yang besar pada ibu hingga ia menyebutkan bahwa ibu memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan bapak.
Kedudukan dan Derajat Ibu Dibandingkan Bapak Menurut Hadis
Suatu hari, hadir seorang sahabat, menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang berhak paling besar saya layani dengan baik?” Kemudian, Nabi menjawab, “Ibumu.” Sahabat tersebut bertanya lagi untuk kedua kalinya, dan ketiga kalinya, dan jawaban Nabi tetap sama: “Ibumu”. Baru saat pertanyaan keempat, Nabi menjawab “Bapakmu” (HR. Bukhari).
Dari hadis di atas jelas bahwa derajat ibu dalam Islam sangat tinggi, bahkan menempati tiga kali lipat lebih tinggi dibanding bapak. Hal ini bukan berarti Islam merendahkan derajat bapak, akan tetapi lebih pada menekankan pentingnya kedudukan dan fungsi ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Makna Kedudukan Ibu dalam Islam
Mengapa ibu diutamakan? Ada beberapa alasan penting yang dapat menjelaskan hal ini. Pertama, ibu adalah simbol pengorbanan dan kasih sayang. Rasa cinta dan pengorbanan yang diberikan seorang ibu kepada anaknya tak terbatas dan tidak ada tandingannya.
Selain itu, dalam proses pembentukan karakter dan moral anak, peran ibu sangat besar. Ibu adalah orang pertama yang menjadi tempat belajar bagi anak. Seorang anak belajar banyak hal dari ibunya, mulai dari berbicara, berjalan, hingga belajar mengenal dunia. Hal ini membuat posisi ibu lebih dihormati dan memiliki pengaruh yang besar.
Kesimpulan
Kedudukan dan derajat ibu dalam hadis yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW menunjukkan betapa penting dan berharganya peran seorang ibu dalam lingkaran keluarga dan masyarakat. Menurut pandangan Islam, seorang ibu memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter dan moral anak, dan ini membuat derajatnya dianggap lebih tinggi dibandingkan bapak.
Namun, ini sama sekali tidak meremehkan peran bapak. Semua ini hanya berarti bahwa setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peran dan kedudukan masing-masing yang harus dihormati dan dihargai. Adil dan setara, inilah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Islam.