Salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah pertunjukan drama musikal adalah musik. Musik memainkan peran krusial dalam mengkomunikasikan cerita kepada penonton.
Elemen musikal dalam drama bukan hanya bersifat pelengkap, tetapi juga menjadi penggerak cerita yang efektif. Musik dapat menciptakan suasana, menggambarkan karakter, dan merangsang emosi penonton. Musik bisa mendorong naratif dengan cepat maju atau memperlambatnya. Lebih dari itu, musik sering kali mengangkat dialog menjadi ranah puisi. Itu adalah jembatan komunikasi antara layar dan penonton, mencapai dan merangkul semuanya menjadi satu pengalaman tunggal.
Pertunjukan musikal teater terdiri dari empat elemen utama: lagu, dialog, akting, dan tarian. Konten emosional dalam teater musikal, termasuk cerita dan aspek seperti cinta, kemarahan, humor, dan pathos, dikomunikasikan melalui kata-kata, gerakan, musik, dan peningkatan teknis, semuanya terintegrasi menjadi satu.
Tidak seperti permainan musik tradisional, dalam teater musikal, lagu dan musik memiliki bobot yang sama dengan elemen produksi lainnya. Itu berarti bahwa musik bukan hanya bagian dari latar belakang atau hiasan belaka, tetapi peran dan relevansinya sama pentingnya dengan dialog atau plot, dalam membangun cerita dan mengubahkan pesan ke penonton.
Dengan kata lain, dalam teater musikal, narasi dan eksplorasi karakter sering kali dikomunikasikan melalui lagu. Musik bisa dipakai untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran karakter yang mungkin sulit diungkapkan melalui dialog saja. Ini membuat penonton memiliki kesempatan untuk lebih memahami dan berempati dengan para karakter.
Secara keseluruhan, musik adalah elemen penting dalam teater musikal, berfungsi lebih dari sekadar hiburan. Musik berperan sebagai alat komunikasi, membantu penonton memahami dan merasakan cerita yang sedang disuguhkan. Tanpa musik, banyak nuansa emosional dan penekanan cerita yang mungkin tidak bisa terkomunikasikan dengan efektif kepada penonton.