Sampah penduduk di bantaran sungai yang dibuang ke sungai menimbulkan permasalahan yang cukup besar, seperti sungai yang menjadi dangkal dan berbau tidak sedap. Permasalahan ini dalam ilmu geografi dapat dikaji dengan menggunakan beberapa pendekatan, diantaranya pendekatan ke-lingkungan, ke-ruangan, kompleks wilayah, interaksi, dan lokasi.
Pendekatan ke-lingkungan menitikberatkan pada hubungan antara manusia dan lingkungan alam serta dampak yang terjadi akibat interaksi tersebut. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengkaji bagaimana perilaku masyarakat dalam membuang sampah ke sungai berdampak pada lingkungan, dan sebaliknya bagaimana lingkungan tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dalam hal ini, permasalahan pencemaran sungai akibat aktivitas pemukiman atau rumah tangga yang membuang sampah langsung ke sungai menjadi fokus utama.
Pendekatan ke-ruangan mengkaji fenomena geografis dengan fokus pada aspek distribusi, pola, dan interkoneksi yang terjadi dalam ruang. Dalam konteks permasalahan sampah di bantaran sungai, pendekatan ini memungkinkan mengidentifikasi lokasi-lokasi penumpukan sampah serta potensi wilayah yang rentan terhadap pencemaran sungai. Selain itu, pendekatan ini juga bisa digunakan untuk menilai dampak perubahan tata ruang terhadap fenomena tersebut.
Pendekatan kompleks wilayah menekankan pada pengkajian terhadap suatu wilayah berdasarkan kombinasi dan integrasi berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lingkungan. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi dinamika permasalahan serta faktor-faktor yang berkontribusi dalam pembuangan sampah ke sungai. Dalam konteks ini, peran pemerintah, stakeholder, dan masyarakat sekitar memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Pendekatan interaksi lebih menekankan pada hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya, serta bagaimana mereka saling mempengaruhi. Dalam konteks sampah di bantaran sungai, pendekatan ini dapat membantu dalam mengkaji bagaimana perilaku masyarakat mempengaruhi kondisi sungai dan bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Pendekatan lokasi menitikberatkan pada kajian yang lebih fokus pada faktor lokasi dan pengaruhnya terhadap fenomena. Dalam konteks permasalahan sampah di bantaran sungai, pendekatan ini digunakan untuk menganalisis bagaimana faktor lokasi atau posisi geografis mempengaruhi distribusi sampah dan pencemaran sungai.
Menggunakan pendekatan-pendekatan di atas, permasalahan sampah penduduk di bantaran sungai yang dibuang ke sungai dapat dikaji secara holistik. Kajian ini akan membantu dalam mengidentifikasi penyebab, dampak, serta solusi yang jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tentunya, upaya yang dilakukan dalam pengendalian pencemaran sungai ini harus melibatkan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat sekitar.