Sangat jelas bahwa kebijakan pemerintah, seperti pajak dan subsidi, dapat mempengaruhi keseimbangan pasar. Pajak dan subsidi mempengaruhi harga dan kuantitas barang serta jasa dan berdampak langsung pada penerima manfaat atau konsumen final.
Pertama, mari kita bicarakan tentang pajak. Pajak adalah cara utama pemerintah menghasilkan pendapatan. Melalui pajak, pemerintah dapat memindahkan keseimbangan pasar. Misalnya, dengan mengenakan pajak pada penjual, biaya produksi meningkat yang pada akhirnya berdampak pada harga dan kuantitas barang yang dijual. Penjual harus menaikkan harga untuk menutupi biaya tambahan dari pajak yang diterapkan, menyebabkan penurunan kuantitas barang yang dibeli oleh konsumen.
Selanjutnya, subsidi adalah bantuan finansial yang diberikan oleh pemerintah kepada sektor atau industri tertentu dengan tujuan untuk mendorong produksi dan konsumsi. Subsidi biasanya diberikan kepada industri atau sektor yang dianggap penting atau strategis bagi perekonomian negara. Dengan pemberian subsidi, biaya produksi menjadi lebih rendah yang berdampak pada penurunan harga barang, dan ini menyebabkan peningkatan kuantitas barang yang dibeli oleh konsumen.
Sebagai contoh, pemerintah dapat memindahkan keseimbangan pasar melalui penerapan pajak dengan cara menaikkan harga bensin. Pajak yang dikenakan pada bensin akan meningkatkan biaya produksi dan pada akhirnya menaikkan harga jual, yang menghasilkan penurunan kuantitas bensin yang dibeli oleh konsumen. Di sisi lain, pemerintah juga dapat memberikan subsidi pada beras dengan tujuan mendorong konsumsi beras di kalangan masyarakat. Dengan subsidi ini, harga beras menjadi lebih murah dibandingkan tanpa subsidi, dan ini akan menghasilkan peningkatan kuantitas beras yang dikonsumsi masyarakat.
Pemerintah memiliki alat kebijakan untuk mempengaruhi keseimbangan pasar, dan melalui kebijakan pajak dan subsidi ini, pemerintah memiliki sarana untuk mencapai tujuan ekonomi seperti distribusi pendapatan yang adil, pengelolaan inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.