Mengapa Tidak Semua Peristiwa Masa Lalu Dikatakan Sebagai Sejarah?

Sejarah adalah pengetahuan tentang masa lalu, saat kita mencoba memahami hal-hal yang telah terjadi dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi sekarang dan masa depan. Namun, masalahnya ada di mana batasan antara ‘peristiwa masa lalu’ dan ‘sejarah’? Mengapa tidak semua peristiwa pada masa lalu dikatakan sebagai sejarah?

Sejarah dan Cakupannya

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu pertama-tama memahami apa itu sejarah dan apa cakupannya. Sejarah bukanlah sekadar rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan juga penafsiran dan analisis tentang peristiwa tersebut. Oleh karena itu, tidak semua peristiwa masa lalu bisa dianggap sebagai sejarah.

Sejarah juga biasanya mencakup peristiwa-peristiwa penting yang memiliki dampak signifikan dan jangka panjang pada masyarakat, negara, atau dunia. Misalnya, kemunculan dan penyebaran internet adalah bagian penting dari sejarah manusia karena dampak luasnya pada komunikasi dan informasi.

Teknik Penyaringan

Sebaliknya, berbagai peristiwa sehari-hari, seperti kita makan sarapan pagi, tidak akan dianggap sebagai sejarah. Mengapa? Inilah fungsi kritikal “teknik penyaringan” dalam sejarah. Historians and scholars use a series of criteria and filters to determine which events in the past qualify to be included in the historical account. This includes the significance of the event, the amount of change it caused, its long-term effects, and so on.

Subjektivitas dalam Sejarah

Namun, perlu juga diingat bahwa sejarah tidaklah objektif. Apa yang kita pilih untuk diingat, bagaimana kita mengingatnya, orang atau peristiwa mana yang kita soroti, semua ini adalah pilihan subjektif yang direfleksikan dari perspektif penulis sejarah tersebut.

Dengan demikian, meskipun mungkin tampak bahwa sejarah adalah catatan mutlak dari peristiwa masa lalu, sebenarnya tidak semua peristiwa pada masa lalu dianggap sebagai sejarah. Konsep sejarah selalu melibatkan proses penyeleksian, penafsiran, dan penulisan, yang semuanya diarahkan oleh pandangan subjektif dan tujuan individu atau masyarakat.

Kesimpulan

Jadi, ketika kita berbicara tentang sejarah, kita perlu memahami bahwa itu adalah presentasi yang dipilih dan ditafsirkan dari peristiwa masa lalu, bukan semata-mata catatan absolut. Dengan pertimbangan ini, mengapa tidak semua peristiwa masa lalu dapat dianggap sebagai sejarah menjadi lebih jelas: karena sejarah adalah tentang peristiwa penting yang relevan dan memberi makna pada masa kini dan masa mendatang.

Leave a Comment