Secara umum, seni tari biasanya terpisah oleh berbagai kelas dan kelompok sosial. Akan tetapi, ada beberapa jenis seni tari yang biasanya dibawakan oleh bangsawan, terpelar, dan kapitalis, menunjukkan bahwa seni tari bukan hanya sebatas bentuk ekspresi artistik, tetapi juga mewakili stratifikasi sosial dan kekuasaan ekonomi.
Sejarah
Dalam sejarah, tarian sering kali digunakan oleh bangsawan dan kapitalis sebagai cara untuk menunjukkan dominasi mereka. Misalnya, selama abad pertengahan di Eropa, tarian istana seringkali digunakan oleh bangsawan untuk merayakan kekuasaan dan kekayaan mereka. Di sisi lain, terpelar, yang lebih dikenal sebagai masyarakat marjinal, kurangnya akses pada pendidikan dan peluang, sering kali menggunakan tarian sebagai bentuk ekspresi diri dan protes terhadap otoritas yang ada.
Seni Tari dan Bangsawan
Salah satu bentuk tarian paling umum yang dilakukan oleh bangsawan adalah Ballroom Dance. Kesultanan ini biasanya terkait dengan kerajaan dan bangsawan Eropa, dan mencerminkan nilai-nilai mereka seperti etiket dan formalitas. Dalam konteks ini, tarian ballroom bukan hanya tentang gerakan tari itu sendiri, tetapi juga tentang cara membawa diri, berinteraksi dengan pasangan, dan mempertahankan tatanan sosial.
Seni Tari dan Terpelar
Bentuk tari yang biasa dibawakan oleh terpelar adalah tarian rakyat atau folk dance. Ini sering digunakan sebagai media untuk memprotes dan menantang hukum dan kebijakan yang ada. Tarian ini bisa beragam, mulai dari tarian tradisional yang menggambarkan kisah-kisah dan mitos lokal, sampai dengan tarian kontemporer yang mengandung pesan politik dan sosial.
Seni Tari dan Kapitalis
Dalam era globalisasi, kapitalis seringkali menggunakan seni tari sebagai alat untuk ekspansif pengaruh mereka. Contoh yang simple adalah Broadway di Amerika Serikat. Banyak pertunjukan tari di Broadway dibiayai oleh investor-investor besar, dan menjadi salah satu bentuk seni tari yang paling populer.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, bangsawan, terpelar, dan kapitalis memiliki perbedaan yang mencolok dalam cara mereka mengekspresikan diri melalui tarian. Meski begitu, seni tari tetap menjadi bentuk ekspresi universal yang dapat mewadahi beragam latar belakang dan golongan sosial.