Opium adalah zat adiktif yang bisa merusak nyawa. Zat ini berasal dari perasan biji poppy ungu yang biasa dikenal sebagai Papaver somniferum. Dalam konteks medis, opium dikenal sebagai opioid yang kerap digunakan untuk mengendalikan nyeri. Namun, penggunaannya yang melampaui batas dapat memicu masalah serius, terutama terkait psikis penggunaannya. Berikut ini adalah gejala psikis yang dapat diamati pada orang yang menggunakan opium.
Euforia
Euforia adalah perasaan yang seringkali dialami oleh pengguna opium. Euforia ini bisa dilihat dari sikap penerima opium yang tampak sangat gembira, hiperaktif, dan sangat bersemangat tanpa alasan yang jelas. Hal ini seringkali terjadi setelah mereka memperoleh asupan opium.
Ketergantungan
Badan pengguna opium cenderung menuntut asupan opium yang lebih jika terukur dalam jangka waktu yang lama. Pengguna akan merasa gelisah dan cemas jika tidak mendapatkan asupan opium. Gejala ini akan terus menerus terjadi dan cenderung bertambah parah seiring waktu.
Penurunan Fungsi Otak
Penggunaan opium dalam jangka panjang bisa menyebabkan penurunan fungsi otak. Pengguna opium mungkin mengalami gangguan dalam memori, konsentrasi, dan penalaran.
Gangguan Emosi
Gangguan emosi menjadi gejala psikis yang umum pada pengguna opium. Mereka cenderung mudah marah, depresi, dan ansietas. Terlebih, pengguna opium akan lebih reaktif terhadap hal-hal yang biasa dialami oleh seseorang.
Insomnia
Insomnia atau gangguan tidur juga seringkali ditemukan pada pengguna opium. Mereka memiliki kesulitan dalam tidur atau bahkan tak mampu tidur sama sekali. Gejala ini terjadi karena sistem tubuh yang terus berusaha mencerna dan merespon opium.
Penggunaan opium dalam jangka panjang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pengguna, tetapi juga berpotensi merusak kondisi psikis. Perubahan psikologis ini penting untuk dikenali agar dapat segera mendapatkan bantuan medis. Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan profesional.