Dalam dunia psikologi, model sikap beralasan atau Reasoned Action Approach (RAA) adalah suatu kerangka kerja yang membantu untuk memahami dan menjelaskan perilaku individu. Model ini, yang diusulkan oleh Fishbein dan Ajzen (2010), meyakini bahwa perilaku aneh seorang individu lebih sering ditentukan oleh niatnya daripada impuls atau emosi spontan.
Model ini terdiri dari beberapa konsep utama: sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, niat perilaku, dan perilaku aktual. Mari kita jelajahi masing-masing elemen ini secara lebih rinci dan lihat bagaimana mereka berinteraksi dalam contoh nyata.
Sikap terhadap Perilaku
Ini mencakup evaluasi individu tentang sejauh mana mereka melihat perilaku yang diharapkan sebagai positif atau negatif. Dalam hal ini, mereka akan mempertimbangkan manfaat dan kerugian dari perilaku tersebut.
Contoh: Jika kita ambil contoh seorang siswa yang mempertimbangkan untuk belajar secara konsisten untuk ujian yang akan datang, sikap mereka terhadap belajar mungkin dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang manfaat (mis., mencapai nilai baik) dan kerugian (mis., kurangnya waktu luang).
Norma Subjektif
Ini merujuk kepada tekanan sosial yang dirasakan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku.
Contoh: Dalam konteks siswa yang sama, norma subjektif dapat mencakup harapan orangtua atau guru mereka bahwa mereka harus belajar.
Kontrol Perilaku yang Dirasakan
Ini merujuk kepada sejauh mana individu merasa bahwa mereka memiliki kontrol atau kemampuan untuk melakukan suatu perilaku tertentu.
Contoh: Siswa mungkin merasa bahwa mereka memiliki kontrol yang cukup atas situasi belajar mereka: mereka memiliki sumber daya yang diperlukan (mis., buku, catatan), dan mereka memiliki kemampuan intelektual untuk belajar.
Niat Perilaku
Ini adalah kemungkinan kuat seseorang untuk melakukan perilaku dan biasanya tergantung pada sikap mereka terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan.
Contoh: Jika siswa memiliki sikap positif terhadap belajar, merasa tekanan dari orangtua dan guru, dan merasa bahwa mereka memiliki kendali atas situasi belajar mereka, mereka kemungkinan akan memiliki niat kuat untuk belajar.
Perilaku Aktual
Ini merujuk ke tindakan sebenarnya yang dilakukan oleh individu, dan seringkali, walaupun tidak selalu, sesuai dengan niat mereka.
Contoh: Jika semua faktor di atas berjalan bersama, siswa tersebut akhirnya akan duduk dan belajar.
Dengan demikian, model sikap beralasan sangat berguna dalam menjelaskan perilaku manusia dan memahami mengapa kita bertindak seperti yang kita lakukan. Meskipun setiap situasi dan individu unik, model ini dapat memberikan alat yang berguna untuk menganalisis dan mempengaruhi perilaku di berbagai konteks.