Dalam proses belajar seumur hidup yang konstan, refleksi diri sangat penting. Refleksi mendorong kita untuk memahami bagaimana suatu tindakan atau pengalaman dapat berkontribusi pada perkembangan pribadi dan profesional kita. Dalam dunia pendidikan, dua model refleksi yang populer adalah model refleksi Gibbs dan model refleksi Schön. Namun, mungkin ada pertanyaan mendasar yang muncul, “Dari 2 model refleksi yang dipelajari, model mana yang sebaiknya kita gunakan?”
Mari kita mulai dengan memahami kedua model tersebut.
Model Refleksi Gibbs
Model Gibbs melibatkan siklus yang didasarkan pada empat tahap pemikiran yaitu: Description, Feelings, Evaluation, Analysis, Conclusion, dan Action Plan. Setiap tahap memungkinkan individu untuk merenungkan pengalaman mereka dari berbagai sudut dan belajar dari hasilnya.
Model Refleksi Schön
Model refleksi Schön, di lain pihak, difokuskan pada dua jenis refleksi: Refleksi in-action dan refleksi on-action. Refleksi in-action adalah refleksi selama situasi berlangsung, sementara refleksi on-action adalah waktu yang dihabiskan untuk refleksi setelah situasi terjadi.
Setelah memahami kedua model tersebut, mari kita lakukan perbandingan.
Perbandingan Model Gibbs dan Schön
Kedua model ini menawarkan cara yang berbeda untuk merefleksikan dan belajar dari pengalaman. Model Gibbs lebih terfokus pada introspeksi diri dan analisis sistematis tentang sebuah pengalaman, sementara model Schön lebih fokus pada refleksi selama dan setelah situasi berlaku.
Keputusan Pribadi
Setiap individu memiliki cara refleksi mereka sendiri dan tentunya memiliki suatu alasan dalam memilih model refleksi.
Dari dua model yang dipelajari, pribadi saya lebih memilih model refleksi Gibbs. Alasannya adalah, model ini memungkinkan saya untuk melakukan introspeksi terhadap pengalaman personal secara mendalam. Dengan berfokus pada rasa, evaluasi, analisis, kesimpulan, dan rencana aksi, Model Gibbs memandu saya melalui rangkaian langkah yang sistematis dan logis.
Selain itu, saya merasa langkah-langkah yang ditempuh oleh Model Gibbs lebih mudah dipahami dan diaplikasikan. Model ini memfasilitasi untuk lebih mendalam memahami emosi dan perasaan, serta menarik pembelajaran yang efektif dari setiap pengalaman.
Penutup
Dalam refleksi, tidak ada metode yang tepat atau salah. Setiap orang memiliki pendekatan mereka sendiri terhadap proses ini, dan apa yang berhasil bagi satu orang mungkin tidak bekerja bagi lainnya. Namun, penting untuk mencoba berbagai metode dan menemukan satu yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda.
Pilihan saya atas model Gibbs tidak berarti bahwa model Schön kurang efektif. Yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat menerapkan dan belajar dari metode refleksi yang Anda pilih. Dengan pemahaman dan penerapan yang benar, model apapun dapat menjadi alat yang efektif untuk pembelajaran reflektif dan perkembangan diri.