Garis Weber dan Garis Wallace: Membagi Indonesia Menjadi Tiga Wilayah

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki 17.504 pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia memperlihatkan adanya keunikan dan kekhasan tersendiri. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Sejarah mencatat bahwa keunikan tersebut sudah diidentifikasi oleh dua ilmuwan botani, yakni Max Carl Wilhelm Weber dan Alfred Russel Wallace. Temuan mereka kemudian menjadi garis batas atau disebut Garis Weber dan Garis Wallace yang membagi Indonesia menjadi tiga wilayah.

Penentuan Garis Weber dan Garis Wallace

Garis Wallace, dinamakan berdasarkan penemunya Alfred Russel Wallace, seorang ahli biologi asal Inggris. Garis ini membagi Indonesia menjadi dua wilayah, yakni wilayah barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali serta wilayah timur yang meliputi Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Perbedaan karakteristik fauna yang ada di dua wilayah ini menjadi dasar penentuan Garis Wallace.

Garis Weber diperkenalkan oleh Max Carl Wilhelm Weber, seorang Zoolog dari Belanda. Garis ini memperinci wilayah timur Indonesia yang sebelumnya dijelaskan oleh Wallace. Garis Weber membagi wilayah timur Indonesia menjadi dua bagian, yaitu bagian barat yang melingkupi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku, dan bagian timur yang melingkupi Maluku Utara dan Papua.

Penjelasan Tiga Wilayah Indonesia Berdasarkan Garis Weber dan Wallace

  1. Wilayah Barat Indonesia (Wilayah Wallace Barat): Meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Wilayah ini memiliki karakteristik fauna oriental atau Paleoarctic yang lebih berkaitan erat dengan Asia.
  2. Wilayah Tengah Indonesia (Wilayah Wallace Timur dan Weber Barat): Melingkupi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan bagian dari Maluku. Fauna di wilayah ini adalah peralihan, antara fauna jenis Australia dan Asia.
  3. Wilayah Timur Indonesia (Wilayah Weber Timur): Melingkupi Maluku Utara dan Papua. Wilayah ini memiliki karakteristik fauna Australis atau Neotropical yang memiliki keterkaitan erat dengan Australia.

Tiga wilayah tersebut menunjukkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Baik itu flora dan fauna yang tersebar dari pulau Sumatera hingga Papua, memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri.

Penemuan garis Weber dan garis Wallace bukan hanya soal membagi Indonesia berdasarkan persebaran fauna, tetapi juga membantu kita memahami betapa kaya dan beragamnya keanekaragaman hayati di Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita terhadap keanekaragman hayati yang ada di Indonesia serta menjadikan kita semakin cinta dan peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.

Leave a Comment