Di era keuangan digital saat ini, berbagai landasan hukum dan kebijakan telah ditetapkan untuk melindungi individu dan institusi dari risiko penipuan dan aktivitas ilegal. Sebuah area kritis di mana upaya ini tampak adalah dalam proses identifikasi dan verifikasi pelanggan, sering dikenal sebagai proses “Enhanced Due Diligence” (EDD).
Namun, walaupun identifikasi dan verifikasi EDD sangat penting, ada beberapa hal yang mungkin kita seringkali salah kaprah berpikir bahwa itu adalah tujuan dari proses EDD. Dalam blog ini, kita akan membahas beberapa tujuan EDD, dan apa yang sebenarnya tidak termasuk dalam tujuan ini.
Identifikasi dan Verifikasi EDD: Sebuah Gambaran
Sebelum kita memahami apa yang tidak termasuk dalam tujuan EDD, terlebih dahulu kita harus memahami apa itu EDD.
EDD adalah prosedur yang diterapkan oleh lembaga keuangan untuk melindungi diri dari berbagai risiko, termasuk pencucian uang dan pendanaan teroris. Di bawah EDD, ketika sebuah lembaga keuangan memiliki alasan untuk curiga atau ketika ada risiko tinggi, mereka mungkin diharuskan untuk melakukan langkah-langkah verifikasi lebih lanjut pada pelanggan.
Tujuan Utama EDD
Tujuan utama proses EDD meliputi:
- Mengidentifikasi Pelanggan: Tujuan pertama dan terpenting dalam proses ini adalah untuk mengidentifikasi dengan benar siapa pelanggan yang dihadapi oleh institusi. Ini termasuk verifikasi identitas asli pelanggan, serta melakukan pengecekan terhadap beragam database pemerintah untuk memastikan pelanggan tersebut tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.
- Memahami Sifat dan Tujuan Transaksi: Lembaga perlu memahami jenis transaksi apa yang pelanggan lakukan dan apa tujuan dari transaksi tersebut. Hal ini penting untuk lembaga agar dapat menganalisis apakah transaksi tersebut sehat atau mencurigakan.
- Melakukan Pemantauan Transaksi: Layanan finansial diharuskan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan atas transaksi pelanggan sebagai bagian dari proses EDD.
Apa Yang Tidak Termasuk Dalam Tujuan EDD?
- Menghasilkan Profit: Banyak yang menganggap bahwa tujuan utama dari identifikasi dan verifikasi customer adalah untuk meningkatkan keuntungan. Ini adalah pandangan yang keliru. Walaupun proses ini seringkali dapat membantu menarik client yang patuh hukum dan oleh karena itu menambah profit, tujuan utama dari proses ini adalah memastikan keselamatan dan kepatuhan bukan keuntungan.
- Meningkatkan Jumlah Pelanggan: Proses EDD tidak bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Faktanya, proses ini dapat mengurangi jumlah pelanggan dari institusi, khususnya pelanggan yang terlibat dalam aktivitas ilegal.
- Verifikasi Data yang Tidak Relevan: Proses EDD bukan tentang pengumpulan sebanyak mungkin data dari pelanggan, tetapi tentang pengumpulan data yang relevan dan dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan kepatuhan. Oleh karena itu, pengumpulan dan verifikasi data yang tidak relevan dengan kepatuhan hukum atau risiko tidak termasuk dalam tujuan utama EDD.
Mengidentifikasi dan memahami proses EDD adalah penting, khususnya untuk individu dan bisnis yang sering berhubungan dengan lembaga keuangan. Dengan mengetahui apa tujuan sesungguhnya dari proses ini, serta apa yang bukan tujuan dari EDD, kita dapat lebih memahami dan memanfaatkan prosedur ini untuk kepentingan kita.