Nikita Khrushchev, seorang pemimpin politik Uni Soviet yang memerintah pada periode 1953-1964, adalah sosok yang memiliki pandangan tajam terkait hubungan Uni Soviet dengan Barat. Sebagai pemimpin dari negara sosialis yang sangat terkenal di dunia, pandangan Khrushchev sangat berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Soviet. Kebijakan-kebijakan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, membentuk dunia pada masa Perang Dingin.
Kebijakan Lunak terhadap Barat: Coexistence yang Damai
Salah satu pandangan paling menonjol yang diusung oleh Khrushchev adalah coexistence yang damai dengan negara-negara Barat. Pada periode ini, dunia sedang menghadapi ancaman perang nuklir yang dahsyat. Khrushchev berpendapat bahwa agar menghindari perang nuklir, Uni Soviet dan negara-negara Barat harus dapat hidup bersama secara damai tanpa harus terlibat dalam konflik.
Kebijakan Diplomatik
Khrushchev juga mengambil langkah-langkah diplomatik untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Barat. Dia melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada tahun 1959, yang merupakan kunjungan pertama yang dilakukan oleh seorang pemimpin Soviet. Selama kunjungan, Khrushchev dan Presiden AS saat itu, Eisenhower, membahas berbagai isu yang menjadi pertimbangan bagi kedua negara, termasuk hubungan diplomatik dan ekonomi.
Pengurangan Anggaran Militer
Dalam rangka meningkatkan hubungan dengan Barat, Khrushchev mengarahkan Uni Soviet untuk mengurangi anggaran militer. Kebijakan ini diaplikasikan dalam praktek perjanjian pengurangan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pada saat yang sama, Uni Soviet mengakui kebutuhan untuk melakukan penelitian dan pengembangan militer secara efisien agar tetap bisa menjaga pertahanan negara seiring dengan pengurangan anggaran.
Dampak dari Pendekatan Khrushchev Terhadap Barat
Pandangan Khrushchev terkait hubungan dengan Barat membawa dampak yang signifikan pada kebijakan luar negeri Soviet. Pendekatan yang lebih lunak dan diplomatik terhadap Barat membantu meningkatkan hubungan antara Uni Soviet dan negara-negara Barat. Meskipun hubungan tersebut tetap tegang dan ditemani oleh aksi saling curiga, kerjasama di beberapa bidang menjadi lebih mungkin untuk dilakukan.
Namun, pendekatan lunak Khrushchev juga menuai kritik dari dalam negeri dan dari anggota negara-negara komunis lainnya. Penyebab ketegangan ini ditemukan dalam selisih pendapat mengenai sejauh mana Uni Soviet harus bekerja sama dengan Barat. Selain itu, pandangan Khrushchev juga menjadi bahan perdebatan di antara para pemimpin Soviet lainnya, yang sebagiannya akhirnya berkontribusi terhadap penurunan kekuasaannya di tahun 1964.
Dalam mengkaji pandangan Khrushchev yang menonjol terkait hubungan dengan Barat, penting untuk dicatat bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil pada masa pemerintahannya memiliki dampak besar pada dunia selama Perang Dingin. Meskipun terjadi perbedaan dalam penerimaan kebijakan dan pandangannya, dampaknya telah membentuk sejarah dunia dan hubungan antara negara-negara Barat dan Uni Soviet.