Globalisasi adalah proses yang tidak dapat dihindari dalam era maju yang serba modern dan canggih ini. Dengan adanya globalisasi, batasan antara negara dan masyarakat menjadi semakin tipis. Dalam gempuran globalisasi ini, ada beberapa sikap dan perilaku yang perlu kita contoh untuk merespons perubahan ini dan ada pula yang tidak. Pada artikel ini, kita akan fokus membahas sikap dan perilaku apa saja yang tidak perlu kita adopsi dalam menghadapi gempuran globalisasi.
Sikap dan Perilaku yang Tidak Diperlukan
- Sikap Dogmatis: Di era globalisasi memang terjadi perubahan yang sangat cepat dan signifikan. Namun, kita tidak perlu menjadikan setiap informasi yang kita dapat sebagai dogma atau ajaran yang tidak bisa ditentang. Perlu kritis dan selektif dalam menerima informasi.
- Eksklusif dan Xenofobic: Globalisasi membuka akses kita kepada berbagai budaya dan komunitas di seluruh dunia. Sikap eksklusif dan xenofobic atau takut terhadap hal-hal yang asing tidak akan membantu kita dalam mengadopsi perubahan.
- Serba Instan: Meskipun zaman sekarang serba instan dan cepat, tetapi kita tidak boleh meninggalkan proses. Proses membuat kita belajar dan menghargai hasil dari kerja keras.
- Konsumtif: Globalisasi seringkali diiringi dengan budaya konsumtif yang semakin menjadi. Namun, kita juga harus bijak dalam mengatur konsumsi kita dan tidak menjadi hambanya.
- Teknologi Centric: Meskipun teknologi adalah pintu utama globalisasi, namun kita tidak boleh sepenuhnya bergantung kepada teknologi. Teknologi adalah alat, bukan tujuan.
Dalam menghadapi globalisasi, sikap dan perilaku positif yang bersifat inklusif, fleksibel, dan kritis sangat dibutuhkan. Namun kita juga harus waspada terhadap sikap dan perilaku negatif yang tidak perlu kita adopsi. Globalisasi adalah proses yang tidak dapat dihindari, tetapi kita tetap memiliki kendali atas sikap dan perilaku kita sendiri di dalam menghadapinya.