Sepanjang sejarah manusia, berbagai peradaban dan tradisi telah memahami konsep Tuhan dengan cara mereka sendiri. Beberapa meyakini banyak dewa, sementara yang lain berpegang teguh pada prinsip monoteisme. Bagi umat Islam di seluruh dunia, Allah Azza Wa Jalla adalah Tuhan yang Maha Esa, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.
“Allah Azza Wa Jalla adalah Tuhan yang Maha Esa, maka mustahil Allah bersifat.” Kalimat ini mencakup dua prinsip utama dalam aqidah Islam: Tauhid dan Sifat Ma’ani. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang dua prinsip ini.
Tauhid: Satu Tuhan, Satu Kebenaran
Tauhid adalah prinsip fundamental dalam agama Islam yang mendasari semua ajaran dan prakteknya. Konsep ini menyatakan bahwa hanya ada satu Tuhan, Allah, yang menciptakan alam semesta dan mengendalikan segala aspek kehidupan.
Konsep Allah dalam Islam adalah Tuhan yang tidak terbagi dan tidak dapat dibagi. Dia tidak memiliki rekan, anak, atau orang tua, dan Dia benar-benar independen dari ciptaanNya. Oleh karena itu, sulit bagi pikiran manusia untuk sepenuhnya menggambarkan atau memahami hakikatNya. Menurut ajaran Islam, pada dasarnya tidak mungkin bagi manusia untuk menggambarkan Tuhan dalam bentuk apapun. “Allah Azza Wa Jalla adalah Tuhan yang Maha Esa, maka mustahil Allah bersifat.”
Sifat Ma’ani: Ketakterbatasan Allah
Ketika kita mengatakan bahwa “Allah Azza Wa Jalla tidak bersifat,” kita tidak berarti bahwa Dia tidak memiliki sifat. Yang dimaksud adalah bahwa Allah tidak terbatas oleh sifat-sifat yang kita kenal. Allah memiliki sifat-sifat ilahi yang berbeda dari sifat makhluk.
SifatNya melebihi apa yang bisa kita bayangkan. Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu, oleh karakteristik fisik atau batasan dari dunia materi. Bukankah ia disebut sebagai Al-Qadir (Sang Maha Mampu), Al-‘Alim (Sang Maha Mengetahui), Al-Hakim (Sang Maha Bijaksana), dan begitu banyak nama lainnya yang menggambarkan kuasa dan pengetahuanNya yang tak terbatas?
Memahami Allah Azza Wa Jalla sebagai Tuhan yang Maha Esa dan tanpa batasan adalah fundamental dalam pemahaman kita tentang agama Islam. Ini adalah konsep yang melampaui pemahaman manusia biasa, dan menyadari hal ini dapat merendahkan hati dan pikiran kita. Semoga kita selalu ingat tentang besarnya Allah Azza Wa Jalla dan berusaha untuk mendekatkan diri kepadaNya melalui iman dan amal saleh. Amin.