Selama kurang lebih tiga abad, Indonesia mengalami penjajahan serikat utama Eropa -pada masa itu- yaitu Belanda. Berbagai perjuangan dilancarkan oleh rakyat Indonesia untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Pengertian perlawanan adalah upaya bangsa Indonesia mempertahankan dan memperteguh martabat serta harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh. Berikut ini akan dibahas mengenai karakteristik perlawanan terhadap Belanda sebelum dan sesudah abad ke-19.
Perlawanan Sebelum Abad Ke-19
Di awal abad 19, perlawanan terhadap Belanda di Nusantara memiliki karakteristik yang unik. Secara umum, bentuk perlawanan pada periode ini dilakukan oleh raja-raja atau pemimpin masyarakat lokal dan kerajaan-kerajaan pribumi.
Ukuran dan Scale
Perlawanan ini biasanya berskala lokal atau terbatas dalam satu kerajaan atau wilayah. Hal ini kemudian memudahkan Belanda untuk menghancurkan perlawanan satu per satu.
Gaya dan Tujuan
Perlawanan sebelum abad ke-19 lebih bersifat sporadis dan kurang terkoordinasi. Tidak ada tujuan yang jelas dalam perlawanan ini dan lebih fokus pada upaya pertahanan wilayah dari dominasi Belanda. Cenderung bersifat sentimen anti-Belanda dan bereaksi atas aksi Belanda.
Teknologi dan Strategi
Teknologi dan strategi yang digunakan masih sangat tradisional.
Perlawanan Sesudah Abad Ke-19
Sebaliknya, perlawanan terhadap Belanda setelah abad ke-19 cenderung lebih terorganisir dan memiliki tujuan yang jelas yaitu kemerdekaan Indonesia.
Pergerakan Nasional
Perlawanan tersebar merata di seluruh Indonesia dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kini, gerakan ini bukan hanya menjadi pergerakan raja atau kelompok tertentu, namun menjadi pergerakan nasional secara keseluruhan.
Tujuan dan Persatuan
Fokus perlawanan masyarakat juga telah bergerak ke arah penentuan tujuan, yaitu mencapai kemerdekaan. Pergerakan ini lebih terstruktur dan terorganisir, bergerak dalam satu tujuan dan semangat – yaitu mencapai kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Teknologi dan Strategi
Adapun dalam bidang teknologi dan strategi, perlawanan pasca abad 19 ini cenderung lebih modern dibandingkan sebelumnya. Misalnya, dengan adanya manuver politik dan penggunaan media massa untuk mendukung perjuangan.
Dengan demikian, perubahan karakteristik perlawanan terhadap Belanda sebelum dan sesudah abad ke-19 ini kita dapat melihat evolusi dari bentuk perlawanan yang tidak terkoordinasi dan berpusat pada satu daerah atau kerajaan, menjadi pergerakan nasional yang terorganisir dengan tujuan yang jelas yaitu kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.