Dalam setiap interaksi sosial, terutama dalam setting formal seperti wawancara, ada beberapa peran yang dimainkan oleh berbagai individu yang terlibat. Salah satu peran utama adalah peran pewawancara, atau orang yang meminta informasi atau pendapat. Lawan dari peran ini, orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara, dikenal dengan berbagai nama tergantung pada konteks. Mari kita telusuri beberapa istilah ini.
Responden
Dalam konteks penelitian, subjek yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara disebut “responden”. Responden adalah orang yang memberikan informasi atau data kepada peneliti melalui berbagai metode, termasuk tapi tidak terbatas pada survei, wawancara mendalam, atau kelompok diskusi.
Kandidat
Dalam konteks wawancara kerja, orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara biasanya disebut “kandidat”. Kandidat adalah individu yang mencoba menjual kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan mereka kepada pewawancara dengan harapan untuk mendapatkan pekerjaan.
Narasumber
Dalam konteks jurnalistik, orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara biasanya merujuk sebagai “narasumber”. Narasumber adalah individu atau organisasi yang memberikan informasi atau pendapat tentang topik tertentu yang sedang diperbincangkan atau dilaporkan.
Saksi
Dalam setting hukum, orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara, dalam hal ini sering kali seorang pengacara atau hakim, biasanya disebut “saksi”. Saksi adalah individu yang memberi keterangan tentang apa yang mereka lihat, dengar, atau alami.
Oleh karena itu, baik responden, kandidat, narasumber, atau saksi, semua bertindak sebagai pemberi jawaban atau pendapat dalam berbagai konteks wawancara. Masih banyak istilah lainnya yang mewakili peran ini di berbagai bidang dan konteks lainnya. Sangat penting untuk memahami konteks dan situasi di mana wawancara terjadi untuk dapat mengidentifikasi dan memahami peran masing-masing individu yang terlibat.