Berdzikir adalah salah satu cara yang dijadikan sebagai bentuk penghormatan dan penghambaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Beragam cara yang bisa kita lakukan untuk melantunkan dzikir agar merasakan ketenangan dan kenyamanan di dalam hati. Namun, terkadang ada ketika meskipun kita sudah berdzikir, hati kita tetap saja tidak merasa tentram. Lantas, apa yang menjadi penyebab dari hal ini?
Kesalahan dalam Niat atau Motivasi
Seringkali manusia melakukan perbuatan baik bukan semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, namun bisa juga karena ingin mendapatkan keuntungan baik di dunia maupun akhirat. Jika niat kita untuk berdzikir tidak murni lillahi ta’ala, maka tentu keikhlasan dalam melantunkan dzikir akan terganggu. Hati yang tidak tulus atau niat yang bercampur-baur inilah yang bisa mempengaruhi kualitas ketenangan yang didapatkan dari berdzikir.
Kondisi Hati yang Belum Bersih
Dzikir biasanya menjadi salah satu cara untuk memurnikan hati dan menjernihkan pikiran. Namun, jika kita melalui berdzikir dengan hati yang penuh dosa dan kecemaran, tentu saja dzikir yang kita lakukan akan sulit memberikan ketenangan bagi jiwa. Marilah kita evaluasi dan muhasabah diri sebelum berdzikir dan teliti apa yang menjadi penghalang kebersihan hati kita.
Tidak Konsisten dalam Berdzikir
Hal ini berkaitan dengan seberapa rutin kita berdzikir dan menjadikannya sebagai kegiatan yang merupakan bagian dari hidup kita. Jika kita hanya berdzikir sesekali atau pada saat tertentu saja, kemungkinan besar ketenangan yang kita rasakan hanya akan bersifat sementara. Oleh karena itu, kita harus menjadikan berdzikir sebagai kebiasaan yang dilakukan secara rutin agar hati kita semakin terbiasa untuk merasakan ketenangan.
Kurangnya Tawakal dan Pasrah kepada Tuhan
Sering kali, kita berdzikir dengan harapan dengan segera meraih hasil dari doa dan hajat kita. Namun, jika kita belum bisa pasrah dan tawakal kepada Tuhan, maka kepasrahan kita tidak sepenuhnya terwujud. Cobalah untuk lebih pasrah dan tawakal terhadap apa yang telah dirancangkan oleh Tuhan agar kita dapat merasakan ketenangan yang sebenarnya lewat berdzikir.
Pengaruh Lingkungan sekitar
Lingkungan dapat mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita. Jika lingkungan di sekitar kita penuh dengan keributan baik fisik dan mental, tentu saja kita akan sulit merasakan ketenangan yang hakiki. Cobalah untuk mencari suasana yang kondusif dan mendukung ketika kita berdzikir agar hati kita dapat merasakan ketenangan sepenuhnya.
Kesimpulannya, ketenangan hati yang tidak dirasakan saat berdzikir bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari niat atau motivasi, kondisi hati yang belum bersih, tidak konsisten dalam berdzikir, kurangnya tawakal, serta pengaruh lingkungan sekitar. Semoga dengan mengetahui hal ini kita semua dapat menjaga hati kita agar selalu tentram, mengkaji kembali niat yang murni, serta menjaga kebersihan hati kita.