Berbicara tentang wacana, kita mengenal berbagai jenisnya berdasarkan berbagai kategori, termasuk bentuknya. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulisan, monolog atau dialog, dan beragam jenis lainnya. Namun, adakah sejumlah bentuk yang kerap disalahartikan sebagai wacana? Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa hal yang sering disalahpahami sebagai jenis-jenis wacana berdasarkan bentuknya.
Kesalahpahaman 1: Cerita Pendek
Sebuah cerita pendek, walaupun merupakan bagian dari teks naratif, tidak secara langsung ditempatkan dalam kategori wacana berdasarkan bentuknya. Cerita pendek memang menyampaikan sebuah kisah, namun bentuk wacana berdasarkan struktur teks biasanya berkaitan dengan bagaimana pesan disampaikan, bukan jenis teks itu sendiri.
Kesalahpahaman 2: Puisi
Puisi juga sering kali disalahartikan sebagai bentuk wacana. Meskipun puisi merupakan sebuah cara yang artistik untuk menyampaikan suatu konsep atau ide, itu bukanlah sebuah jenis wacana berdasarkan bentuknya. Wacana biasanya mencakup rangkaian ide-ide yang diorganisasi dengan struktur yang jelas, sementara puisi sering kali mengandalkan simbolisme dan metafora, dan tidak selalu mengikuti struktur yang ditentukan.
Kesalahpahaman 3: Slogan
Slogan atau tagline seringkali digunakan dalam iklan atau kampanye promosi. Meski pada dasarnya slogan juga merupakan bentuk komunikasi, namun bentuk ini tidak termasuk dalam jenis-jenis wacana berdasarkan bentuknya. Alasan utamanya adalah karena slogannya terlalu singkat dan tidak memiliki struktur yang jelas seperti wacana.
Kesalahpahaman 4: Teka-Teki
Teka-Teki atau riddle adalah bentuk pertanyaan atau pernyataan yang disusun dengan tujuan untuk membangkitkan pemikiran kritis. Meski ini merupakan alat yang baik untuk menciptakan diskusi, namun teka-teki bukanlah bentuk wacana.
Dalam ringkasan, penting untuk memahami apa itu wacana dan bentuk-bentuk apa saja yang termasuk didalamnya. Wacana, baik lisan maupun tulisan, perlu memiliki rangkaian ide yang terstruktur untuk bisa digolongkan sebagai wacana. Sedangkan contoh-contoh yang telah disebutkan diatas, meskipun mengandung elemen komunikasi, namun struktur dan sifatnya tidak memenuhi kriteria sebagai wacana.