Aktivitas Mahluk Hidup yang Menunjukkan Ciri Peka Terhadap Rangsang

Sebagai mahasiswa dan penulis amatir di dunia biologi, saya selalu tertarik untuk mengekplorasi cara-cara di mana makhluk hidup memperlihatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Salah satu hal yang paling menarik adalah bagaimana makhluk hidup menunjukkan ciri peka terhadap rangsang yang ada di sekitar mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis rangsang dan bagaimana sejumlah makhluk hidup bereaksi terhadap mereka.

Rangsang dan Aktivitas dalam Mahluk Hidup

Rangsang adalah perubahan eksternal atau internal pada lingkungan yang mempengaruhi organisme. Makhluk hidup biasanya meresapi rangsang melalui perasa atau organ sensorik seperti mata, telinga, hidung, dan kulit. Berdasarkan sifatnya, rangsang dapat dibagi menjadi dua jenis:

  1. Rangsang Eksternal: Perubahan yang terjadi di sekitar organisme, seperti cahaya, suara, sentuhan, dan perubahan suhu.
  2. Rangsang Internal: Perubahan yang terjadi dalam tubuh organisme, seperti kebutuhan nutrisi, kadar hormon, dan tekanan darah.

Beberapa contoh aktivitas mahluk hidup yang menunjukkan ciri peka terhadap rangsang meliputi:

Fototropisme

Fototropisme adalah gerakan makhluk hidup yang disebabkan oleh adanya cahaya. Dalam dunia tumbuhan, tumbuh ke arah sumber cahaya merupakan salah satu contoh aktivitas yang menunjukkan ciri peka terhadap rangsang ini. Tanaman seperti bunga matahari menjadi contoh klasik dari fototropisme positif, di mana ia akan selalu menghadap ke arah matahari untuk menyerap energi matahari secara efisien.

Geotropisme

Respon terhadap gravitasi bumi disebut geotropisme. Berbagai organ tanaman akan bereaksi terhadap gaya gravitasi dengan arah yang berbeda. Misalnya, akar akan menunjukkan geotropisme positif dengan tumbuh ke arah pusat bumi, sedangkan batang tanaman akan tumbuh menjauhi pusat bumi (geotropisme negatif).

Kemotaksis

Makhluk hidup seperti bakteri dan protista memperlihatkan kemotaksis, yaitu pergerakan sel ke arah atau menjauhi suatu zat kimia tertentu. Sebagai contoh, beberapa bakteri akan bergerak mendekati sumber nutrisi atau menjauhi zat yang berbahaya bagi mereka.

Thigmotropisme

Thigmotropisme adalah respon yang dihasilkan akibat sentuhan atau kontak dengan benda padat. Contohnya, tanaman merambat seperti anggur akan membungkus atau melilit benda-benda yang bersentuhan langsung dengannya.

Respon Terhadap Rangsang Internal

Selain rangsang eksternal, organisme juga peka terhadap rangsang internal. Misalnya, hewan yang merasa lapar akan mencari makanan sebagai respon terhadap kebutuhan nutrisinya, atau saat ada perubahan hormon, beberapa mamalia akan menunjukkan perilaku seperti ingin berpasangan atau merawat anak-anaknya.

Dalam kesimpulan, aktivitas mahluk hidup yang menunjukkan ciri peka terhadap rangsang adalah bagian penting dalam siklus kehidupan mereka. Ini membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan, memenuhi kebutuhan dasar, bahkan berkembang biak dan melangsungkan eksistensi spesies. Meneliti aktivitas ini mengungkapkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana makhluk hidup bekerja seiring waktu serta daur hidup mereka.

Leave a Comment