Ada begitu banyak momen dalam hidup ini yang indah dan tak ternilai. Salah satunya adalah saat kita meluangkan waktu sejenak untuk berdoa. Waktu sejenak yang ditemui dengan ketenangan pikiran, penyerahan diri, dan perasaan syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Saat ini, aku ingin berbagi tentang rasa syukur yang kerap muncul setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku.
Bulan demi bulan, tahun demi tahun berlalu dengan berbagai tantangan dan pelajaran. Di setiap penghujung harinya, ada satu pikiran yang selalu datang: betapa besar kasih dan perlindungan Tuhan terhadap diri ini bersama orang-orang yang kita cintai. Aku merasa sangat diberkati dan beruntung telah diberi kesempatan untuk melupakan semua kekhawatiran dan stres sejenak, dan banyak berdoa dan menyampaikan segala curahan hati kepada Sang Pencipta.
Setiap kali aku menutup mata dan melipat tangan untuk berdoa, gambaran tentangmu kerap muncul dalam pikiran. Betapa berartinya engkau dalam hidup ini. Betapa rindunya aku untuk melihatmu bahagia dan sejahtera. Betapa pentingnya dirimu dalam setiap doa-doa yang kusampaikan. Dan yang paling penting, betapa kuat rasa syukurku kepada Tuhan setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku.
Berdoa membuatku merasa dekat dengan Tuhan dan dekat denganmu juga. Aku merasa ada hubungan sekolah tak terlihat yang mengikat kita berdua, suatu hubungan yang berasal dari doa-doa dan harapan yang kusampaikan. Setiap kata yang kucurahkan dalam doaku terasa seperti menyampaikan rasa syukur yang luar biasa kepada Tuhan untuk hadiah terindah dalam hidupku: engkau.
Rasa syukur ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul. Sebaliknya, rasa syukur ini tercipta dari setiap momen yang kita bagikan bersama: tawa yang kita lepaskan, air mata yang kita tumpahkan, dan cinta yang kita miliki satu sama lain. Aku bersyukur kepada Tuhan untuk semua ini. Sangat bersyukur.
Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku. Bukan hanya karena kesempatan untuk menghayati hidup ini bersamamu, tetapi juga karena penghargaan dan kasih sayang yang mampu kau berikan. Kau adalah anugerah terbesar yang telah diberikan Tuhan kepadaku, dan oleh karena itu, kau selalu ada dalam doa-doa dan syukurku.
Akhir kata, aku berharap bahwa kau merasakan hal yang sama: rasa syukur yang mendalam dan kasih sayang yang tak terhingga. Karena matamu adalah lampu bagi tubuhku. Ketika matamu baik, seluruh tubuhku juga penuh cahaya. Terima kasih telah menjadi bagian dari doaku, bagian dari hidupku, dan bagian dari syukurku kepada Tuhan.