Kerajaan Majapahit pernah menjadi salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia antara abad ke-14 dan 15. Kerajaan yang pernah mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk ini, memegang peranan penting dalam sejarah nusantara. Namun, seperti banyak kerajaan besar, Majapahit juga mengalami masa kemunduran. Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan kemunduran dan akhirnya kehancuran Kerajaan Majapahit.
1. Konflik Internal
Masa kemunduran Kerajaan Majapahit dimulai setelah kematian Raja Hayam Wuruk. Pertikaian internal membayangi kerajaan itu, dengan munculnya persaingan antara ahli waris untuk merebut tahta kerajaan. Puncak perselisihan ini dicapai dalam Perang Paregreg (1404-1406), sebuah perang saudara yang menghancurkan stabilitas dan menyapu banyak kehidupan.
2. Kemerosotan Ekonomi
Seiring berlanjutnya konflik internal, Majapahit mengalami kemerosotan ekonomi. Elemen penting adalah menurunnya kemampuan Majapahit untuk mengendalikan jalur perdagangan maritim, yang sebelumnya telah memberikan kerajaan kekayaan luar biasa. Majapahit juga kehilangan banyak wilayah yang memberikan sumber daya alam dan produksi agraris.
3. Pelemahan Militer dan Pengaruh Asing
Mengikuti konflik internal dan kemerosotan ekonomi, militer Majapahit juga mengalami pelemahan. Hal ini memungkinkan kerajaan-kerajaan lain, serta kekuatan asing, termasuk Portugis, melihat kesempatan untuk memengaruhi dan mengontrol bagian-bagian Majapahit.
4. Penyebaran Agama Islam
Indonesia, yang sekarang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mulai merasakan pengaruh Islam pada abad ke-13. Penyebaran agama ini, khususnya di wilayah-wilayah selatan dan pantai utara Jawa, sering dikaitkan dengan turunnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Majapahit.
Dalam semua faktor ini, saling keterkaitan dan timbal balik antara konflik internal, kemerosotan ekonomi, pelemahan militer, dan penyebaran Islam membentuk lingkaran setan yang membawa Kerajaan Majapahit ke jalan kemundurannya. Hal inilah yang menjadi gambaran penting tentang bagaimana kerajaan besar bisa jatuh berkaitan dengan gejala-gejala internal dan eksternal.