Pada tahun 1511, suatu peristiwa bersejarah terjadi di Melaka, sebuah pentapolis yang kaya raya di Nusantara. Alfonso D’Albuquerque, seorang pelaut berkebangsaan Portugis, berhasil menguasai Melaka setelah perang yang sengit. Kisah ini adalah cerita heroik tentang perjuangan dan ambisi, yang memengaruhi pola peta politik dan ekonomi wilayah tersebut pada abad ke-16.
Alfonso D’Albuquerque: Siapakah Dia?
Alfonso D’Albuquerque adalah seorang laksamana dan penjelajah Portugis yang namanya tercatat dalam sejarah. Dia dikenal dengan julukan “Singa laut” atau “Si Martil Timur” karena keberaniannya dan keahlian strategi militer. Alfonso D’Albuquerque lahir di kota Alhandra, Portugal pada tahun 1453 dan meninggal di laut dekat Goa, India pada tahun 1515.
Menguasai Melaka: Awal dari Sebuah Era Baru
Penaklukan Melaka adalah titik balik dalam sejarah nusantara dan masa lalu kolonial Asia Tenggara. Mengapa Melaka? Melaka adalah pusat perdagangan rempah-rempah dan porselen antara Barat dan Timur pada masa itu, sebuah tempat di mana berbagai negeri bertemu dan berdagang.
Alfonso D’Albuquerque berlayar ke Melaka dengan armada yang kuat pada tahun 1511. Dengan keberaniannya dan strategi yang cermat, ia berhasil menguasai Melaka setelah pertempuran yang berlangsung selama beberapa bulan.
Dampak dari Pendudukan
Keberhasilan Alfonso D’Albuquerque ini memberikan Portugal kendali atas jalur perdagangan rempah-rempah yang penting, dan merubah ekonomi dan politik di seluruh kawasan. Ia meletakkan fondasi kekuatan maritim Portugis di Asia dan membuka jalan bagi pengaruh dan kekuasaan Eropa di wilayah tersebut.
Periode ini memberi dampak yang signifikan bagi Melaka dan sekitarnya, dengan perubahan kebudayaan, sosial, dan agama yang signifikan. Pengaruh Portugis masih dapat terlihat hari ini dengan berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang ada.
Kesimpulan
Kisah Alfonso D’Albuquerque dan penaklukannya atas Melaka pada tahun 1511 sebuah cerita dari masa lalu yang sangat penting untuk memahami sejarah dan perkembangan Asia Tenggara. Penaklukan ini membuka mata dunia terhadap kelimpahan sumber daya alam Nusantara dan memicu periode kolonialisasi oleh kekuatan-kekuatan Eropa.