Allah SWT Memerintahkan Hamba-Nya untuk Memperbanyak Istighfar: Arti Istighfar dan Bukti Kesungguhannya

Mengintip ke dalam ajaran Islam yang murni, kita akan menemukan banyak perintah dan induk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) kepada hamba-hamba-Nya. Salah satu perintah yang menarik untuk dipelajari dan dipahami adalah perintah untuk memperbanyak istighfar. Mengapa ini penting? Ada apa dengan istighfar? Selama ini kita mungkin mengenal istighfar hanya sebagai amalan bila kita melakukan dosa, tapi apakah hanya itu arti dan fungsi sebenarnya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Apa Itu Istighfar?

Istighfar berasal dari kata Arab al-Ghafara yang berarti menutup, melindungi, dan menghapus. Dalam konteks istighfar, berarti memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kesalahan yang telah dilakukan. Ketika kita melakukan istighfar, kita bukan hanya meminta maaf, tetapi juga dengan rendah hati memohon perlindungan dan pengampunan dari Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Dalam Islam, percakapan dan do’a bukanlah sekedar ritual tanpa makna. Sebaliknya, keduanya mengandung makna dan fungsi, seperti dalam hal istighfar. Setiap kali kita mengucapkan “Astaghfirullah” (aku memohon pengampunan kepada Allah), kita sebenarnya menegaskan kembali pentingnya akhlak, kesadaran diri, dan kebutuhan kita terhadap kerahmatan dan pengampunan Allah SWT.

Allah SWT Memerintahkan Hamba-Nya untuk Memperbanyak Istighfar

Ada banyak ayat dan hadits yang menunjukkan pentingnya istighfar. Dalam QS. Al Anfal: 33, Allah berfirman: “Dan Allah tidak akan menyiksa mereka selagi engkau masih di antara mereka; dan Allah tidak akan menyiksa mereka selagi mereka meminta ampun.”

Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya tentang meminta pengampunan atas dosa, tetapi juga sebuah bentuk perlindungan dari siksa Allah SWT. Bagi semua orang yang beriman, ini menjadi sebuah urgensi untuk memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW sendiri dilaporkan sering melakukan istighfar. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya aku meminta ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” Bila ini dilakukan oleh Nabi SAW sendiri, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memperbanyak istighfar dalam kehidupan kita.

Kesimpulan

Jadi, istighfar bukan hanya tentang ritual semata, tetapi sesuatu yang memiliki makna mendalam dan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Itulah sebabnya Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak istighfar. Dengan memperbanyak istighfar, kita tidak hanya meraih pengampunan Allah, tetapi juga perlindungan dari-Nya.

Allah itu Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Biarkan istighfar menjadi jembatan kita meraih kasih dan rahmat-Nya yang tidak terbatas. Aamiin.

Leave a Comment