Anggota Volksraad yang Ikut Menandatangani Petisi Soetardjo, Kecuali

Di era penjajahan Belanda, keputusan politik dan pemerintahan di Indonesia sangat diawasi oleh Pemerintah Hindia Belanda. Selama periode tersebut, terdapat berbagai pergerakan nasionalis dalam menjalin negosiasi dengan Belanda untuk kemerdekaan Indonesia. Salah satu insiden signifikan dalam sejarah pergerakan nasionalis Indonesia adalah petisi Soetardjo.

Petisi Soetardjo – Sebuah Pengantar

Petisi Soetardjo, atau disebut juga “Nota Soetardjo,” diajukan oleh anggota Volksraad, Dr. Soetardjo Kartohadikusumo pada 7 Mei 1936. Petisi ini disusun dengan tujuan untuk meminta Pemerintah Hindia Belanda membahas perihal Indonesia dalam rangka perubahan konstitusional dilakukan guna mendirikan negara Indonesia yang merdeka dan menjalin hubungan kenegaraan dengan Kerajaan Belanda.

Akhir dari Sebuah Usaha: Tokoh yang Tidak Menandatangani Petisi Soetardjo

Walaupun petisi membawa harapan besar bagi perjuangan bangsa Indonesia, tidak semua anggota Volksraad setuju atau menandatangi petisi tersebut. Ratusan orang yang beragam profesi, agama, dan etnis mengisi kursi legislatif Volksraad, namun hanya segelintir yang berani membantah kebijakan pemerintah Belanda.

Beberapa anggota Volksraad yang tidak menandatangani Petisi Soetardjo adalah:

  1. Anggota Volksraad dari fraksi Eropa – Kebanyakan dari mereka adalah pejuang loyalis Belanda, yang menilai bahwa petisi Soetardjo bertentangan dengan kepentingan Belanda di Hindia Timur.
  2. Anggota Volksraad dari fraksi pribumi – Ada pula anggota Volksraad dari kalangan pribumi yang tidak menandatangani petisi tersebut, seperti Dr. G.S.S.J. Ratulangi yang lebih cenderung melihat bahwa penyelesaian masalah di Sulawesi utara lebih penting daripada upaya untuk merdeka.
  3. Anggota Volksraad dari fraksi Cina – Sebagian dari mereka menilai bahwa saat itu tidak saatnya Indonesia merdeka, tetapi saatnya memperbaiki hubungan dengan Belanda.

Penutup

Perjuangan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan tidaklah mudah. Petisi Soetardjo merupakan langkah penting yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia saat itu sudah cukup cerdas dan berani untuk menuntut hak-hak mereka. Meski tidak semua anggota Volksraad mendukung petisi ini, petisi tersebut tetap memainkan peran penting dalam membangkitkan kesadaran nasionalis untuk merebut kemerdekaan.

Leave a Comment