Evolusi merupakan sebuah proses perubahan suatu spesies selama jangka waktu tertentu. Dua individu paling terkemuka dalam bidang teori evolusi adalah Jean-Baptiste Lamarck dan Charles Darwin. Keduanya memiliki penjelasan berbeda mengenai evolusi leher jerapah. Mari kita pelajari perbedaannya.
Teori Evolusi Menurut Lamarck
Jean-Baptiste Lamarck lahir pada tahun 1744 dan merupakan salah satu ilmuwan pertama yang mengusulkan teori evolusi. Lamarck berfokus pada ide bahwa lingkungan mempengaruhi perubahan dalam spesies.
Berbicara tentang jerapah, Lamarck berpendapat bahwa jerapah awalnya memiliki leher pendek. Tetapi seiring waktu, mereka perlu memanjangkan lehernya untuk mencapai makanan di pohon yang tinggi. Lamarck menegaskan bahwa perubahan fisik tersebut kemudian diwariskan ke generasi berikutnya, menyebabkan keturunan jerapah akhirnya memiliki leher yang panjang. Ini dikenal sebagai ‘prinsip pewarisan karakteristik yang diperoleh’.
Teori Evolusi Menurut Darwin
Charles Darwin, lahir pada tahun 1809, juga menyerahkan pembahasan yang berbeda mengenai evolusi. Darwin menyajikan gagasan ‘seleksi alam’, yang berarti bahwa individu dalam suatu spesies yang memiliki karakteristik yang menguntungkan lebih mungkin untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
Pada kasus jerapah, Darwin berpendapat bahwa jerapah dengan leher panjang lebih mungkin bertahan hidup daripada mereka dengan leher pendek karena mereka mampu mencapai makanan di pohon yang tinggi. Mereka kemudian mewariskan karakteristik leher panjang ini kepada keturunannya. Pengulangan proses ini sepanjang beragaam generasi menghasilkan jerapah dengan leher panjang seperti yang kita kenal saat ini.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, kedua teori ini memberikan penjelasan evolusi jerapah dengan pendekatan yang berbeda. Lamarck berfokus pada cara organisme berubah untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan kemudian mewariskan perubahan-perubahan ini ke generasi berikutnya. Sedangkan Darwin berfokus pada cara individu dengan sifat yang menguntungkan lebih mungkin untuk bertahan hidup dan mewarisi sifat-sifat tersebut. Meskipun metode mereka berbeda, keduanya membantu membentuk pemahaman kita tentang cara kerja evolusi.