Apa Urutan Warna Ke-Tiga di Kedua Sisi Pada Pengkabelan Secara Cross-Over?

Pengkabelan Cross-Over merupakan salah satu teknik dalam melakukan konfigurasi kabel jaringan, yang banyak digunakan dalam dunia teknologi informasi. Pengkabelan jenis ini sangat esensial terutama dalam hal menghubungkan dua perangkat komputer secara langsung tanpa perlu menggunakan jaringan. Beberapa aplikasi umum dari pengkabelan cross-over antara lain melakukan pengaturan untuk komunikasi antara dua komputer, switch dengan switch, dan router dengan router. Namun, apa urutan warna ke-tiga di kedua sisi pada pengkabelan cross-over?

Sebelum membahasan lebih lanjut mengenai urutan warna, penting untuk memahami bahwa pengkabelan cross-over menggunakan kabel jenis twisted pair dengan konektor RJ-45. Kabel twisted pair biasanya memiliki delapan urutan warna yang berbeda. Biasanya kabel dengan konektor RJ-45 digunakan untuk Ethernet dan memiliki 8 pin. Setiap pin harus terhubung dengan cara yang benar agar dapat berfungsi secara optimal.

Urutan Warna pada Pengkabelan Cross-Over

Secara umum, urutan warna pada pengkabelan cross-over adalah sebagai berikut:

  • Sisi A:

    • Pin 1: Putih – Hijau
    • Pin 2: Hijau
    • Pin 3: Putih – Oranye (Warna Ke-tiga)
    • Pin 4: Biru
    • Pin 5: Putih – Biru
    • Pin 6: Oranye
    • Pin 7: Putih – Coklat
    • Pin 8: Coklat
  • Sisi B:

    • Pin 1: Putih – Oranye
    • Pin 2: Oranye
    • Pin 3: Putih – Hijau (Warna Ke-tiga)
    • Pin 4: Biru
    • Pin 5: Putih – Biru
    • Pin 6: Hijau
    • Pin 7: Putih – Coklat
    • Pin 8: Coklat

Dari urutan di atas, terlihat jelas bahwa warna ke-tiga di kedua sisi koneksi adalah “Putih – Oranye” pada sisi A dan “Putih – Hijau” pada sisi B.

Selama proses pengkabelan, perlu diingat bahwa urutan warna ini harus diikuti dengan seksama. Jika urutan warna ini tidak sesuai, maka koneksi tidak akan dapat terbentuk. Jadi, mungkin ini adalah detail kecil, tetapi berdampak sangat besar dalam dunia jaringan.

Pengkabelan cross-over merupakan elemen fundamental dalam jaringan. Meski tampaknya rumit, akan tetapi jika Anda mengerti urutan dan logika di baliknya, ini sebenarnya cukup mudah untuk dipahami dan dilakukan. Dengan pemahaman yang benar, Anda akan mampu membuat, memeriksa, dan memecahkan masalah koneksi jaringan Anda sendiri.

Leave a Comment