Setiap individu mempunyai pendekatan yang berbeda-beda dalam menerima umpan balik, atau feedback. Sebagai orang tua, umpan balik dari orang lain dapat berasal dari berbagai sumber: guru, pelatih, kerabat, bahkan dari anak-anak mereka sendiri. Dalam konteks ini, kita akan membahas bagaimana seorang ibu atau bapak menerima dan mengolah umpan balik tersebut.
Menerima dengan Sikap Terbuka
Pertama dan yang paling utama, ibu/bapak harus menerima segala umpan balik dengan sikap terbuka. Menyadari bahwa umpan balik dirancang untuk membantu mereka tumbuh dan belajar. Selain itu, umpan balik tersebut bisa menjadi sarana untuk memahami pandangan orang lain tentang mereka.
Menghargai dan Mengucapkan Terima Kasih
Umpan balik adalah hadiah. Orang yang memberikan umpan balik telah meluangkan waktu dan energi mereka untuk memikirkan bagaimana mereka dapat membantu Anda meningkat. Oleh karena itu, langkah tersebut harus dihargai, terlepas dari apakah umpan baliknya positif atau negatif. Sebuah ucapan terima kasih dapat menunjukkan penghargaan dan akan mendorong mereka untuk terus memberikan umpan balik yang konstruktif.
Analisis Umpan Balik
Setelah menerima umpan balik, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menganalisis. Pertimbangkan pesan apa yang ingin disampaikan dan bagaimana hal itu dapat membantu dalam peningkatan diri atau situasi.
Sebagai Bahan Refleksi
Umpan balik menjadi bahan yang baik untuk refleksi diri. Ini dapat menjadi cermin dari sudut pandang orang lain, sehingga dapat membantu ibu/bapak untuk melakukan introspeksi. Manusia tidaklah sempurna, dan kita semua memiliki area dalam hidup kita yang dapat ditingkatkan.
Mengambil Tindakan
Pada akhirnya, umpan balik tidak akan berarti apa-apa tanpa tindakan. Dengan mempertimbangkan dan menganalisis feedback yang telah diberikan, langkah berikutnya adalah mengevaluasi apa yang perlu diubah dan membuat rencana tindak lanjut.
Menerima umpan balik adalah proses belajar sepanjang hayat. Dengan sikap yang benar dan upaya yang konsisten, ibu/bapak tidak hanya akan menjadi orang tua yang lebih baik, tetapi juga model yang baik dalam menghadapi umpan balik. Karena tanpa sadar, anak-anak mereka sedang belajar bagaimana mengambil umpan balik dari contoh yang ditunjukkan oleh orang tua mereka.