Dunia kini telah masuk ke dalam era globalisasi. Perubahan besar terjadi di berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis dan pemasaran. Salah satu aspek pemasaran yang mengalami peningkatan significant adalah kegiatan periklanan. Dengan kemajuan teknologi dan internet, periklanan kini bukan lagi hanya terbatas pada media cetak dan televisi, tetapi telah menyebar ke berbagai platform digital seperti media sosial, aplikasi, dan situs web. Namun, pertanyaannya adalah, apakah akibat yang ditimbulkan dari maraknya kegiatan periklanan ini?
Over Konsumsi dan Materialisme
Dengan meningkatnya kegiatan periklanan, baik di ruang publik maupun digital, individu dihadapkan pada segudang informasi tentang berbagai produk dan jasa yang tersedia. Hal ini cenderung mengarah pada perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih berlebihan. Banyak orang yang terbujuk oleh iklan dan akhirnya membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.
Selain itu, maraknya iklan juga dapat menumbuhkan nilai-nilai materialistik dalam masyarakat. Produk dan jasa yang diiklankan seringkali diposisikan sebagai penentu status sosial. Sehingga, bukannya membeli barang atau jasa berdasarkan kebutuhan, banyak individu yang membeli berdasarkan keinginan untuk “menampilkan diri” dalam masyarakat.
Memengaruhi Kebijakan Publik dan Ekonomi
Perusahaan-perusahaan besar yang sering melakukan kegiatan periklanan memiliki pengaruh yang besar pada kebijakan publik. Mereka dapat memengaruhi bentuk dan isi dari aturan-aturan yang berlaku. Misalnya, perusahaan rokok yang beriklan secara masif dapat mempengaruhi regulasi tentang iklan rokok dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam konteks ekonomi, perusahaan yang mampu beriklan secara agresif memiliki keunggulan kompetitif yang kuat. Mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mempengaruhi pasar, memperkuat posisi pasar mereka, dan bahkan mendominasi pasar. Hal ini dapat berdampak pada kompetisi sehat dan mendorong monopolisasi pasar.
Kesimpulan
Maraknya kegiatan periklanan di era globalisasi tentunya memiliki dua sisi: baik dan buruk. Di satu sisi, periklanan dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi tentang berbagai produk dan jasa yang tersedia. Di sisi lain, periklanan juga bisa mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat, menciptakan over konsumsi, dan menumbuhkan nilai-nilai materialistik. Tidak hanya itu, periklanan juga dapat mempengaruhi kebijakan publik dan struktur ekonomi.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Kita harus bisa memilah-milah informasi yang kita terima, dan tidak mudah terpengaruh oleh iklan. Selain itu, perlu ada regulasi yang lebih ketat dari pihak berwenang terhadap kegiatan periklanan, khususnya yang berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu kompetisi sehat di pasar.
Globalisasi dan teknologi memang telah mengubah cara periklanan dilakukan. Namun, itu tidak berarti kita harus pasif menerima setiap dampak yang ditimbulkan. Sebagai konsumen, kita memiliki peran penting untuk memastikan bahwa era globalisasi ini tidak hanya di dominasi oleh periklanan, tetapi juga oleh kecerdasan dan kesadaran kita sebagai konsumen.