Salah satu event penting dalam sejarah Islam adalah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Hijrah ini tidak hanya melahirkan titik balik dalam perjalanan sejarah umat Islam, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan keyakinan yang teguh dalam menghadapi tantangan. Tapi, tahukah Anda jalur mana yang dipilih oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan panjang dan berbahaya ini? Apakah beliau menggunakan jalur perjalanan biasa atau jalur khusus?
Jalur perjalanan biasa dari Mekah ke Madinah umumnya lebih langsung dan lebih cepat. Namun, bukan jalur ini yang dipilih oleh Rasulullah dan sahabatnya, Abu Bakar As-Siddiq, dalam hijrah mereka.
Jalur Hijrah Rasulullah
Perjalanan hijrah Rasulullah tidak dilakukan melalui jalur biasa. Beliau dan sahabatnya memilih untuk mengambil rute yang jauh lebih panjang dan kurang dikenal. Alasannya? Keamanan dan kerahasiaan. Pada waktu itu, kaum Quraisy telah mengetahui rencana hijrah Nabi Muhammad SAW dan membuat rencana untuk menghabisinya. Untuk menghindari serangan, Nabi Muhammad dan Abu Bakar memilih jalur alternatif.
Rute perjalanan mereka dimulai dengan meninggalkan Mekah dan bergerak ke selatan, bukan ke utara menuju Madinah. Mereka bersembunyi di Gua Thawr selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Penyeberangan di Pantai Laut Merah
Salah satu bagian yang menantang dalam jalur hijrah adalah perjalanan melalui pantai Laut Merah. Ini adalah rute yang jauh lebih berbahaya dan tidak banyak orang yang memilih untuk melaluinya.
Kedatangan di Madinah
Setelah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, akhirnya Rasulullah dan Abu Bakar sampai juga di Madinah. Mereka tiba di kota Quba, sekitar dua mil dari Madinah, dan disambut hangat oleh penduduk setempat.
Jadi, menanggapi pertanyaan awal, tidak, Rasulullah tidak menggunakan jalur biasa dalam perjalanan hijrahnya dari Mekah ke Madinah. Jalur ini dipilih bukan karena mudah atau cepat, tetapi untuk memberikan keamanan dan menyembunyikan pergerakan mereka dari kaum Quraisy.
Perjalanan hijrah ini adalah simbol perjuangan dan pengorbanan dalam sejarah Islam. Setiap detailnya, termasuk jalur yang dipilih, menunjukkan betapa kuatnya tekad dan iman Rasulullah dan sahabat-sahabatnya dalam menjalankan tugas mereka. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan inspirasi dari perjalanan hijrah ini dalam menghadapi tantangan dalam hidup kita.