Jika kukatakan padamu bahwa aku baru saja melihat iklan produk skincare revolusioner, apakah kau akan terkejut jika berkata bahwa kau juga melihat iklan yang sangat mirip? Jika jawabannya adalah tidak, maka kau tidak sendirian. Banyak dari kita, setelah memperhatikan dengan saksama, pasti akan menyadari bahwa kita sering kali menemui iklan yang mirip satu sama lain dalam hidup sehari-hari kita. Tapi apa sebenarnya yang membuat iklan ini tampak sama? Dan apa artinya ini bagaimana kita memahami dan merespon pesan-pesan pemasaran?
Reklame dan Struktur Industri Pemasaran
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu menyelami dunia pemasaran dan iklan. Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk meyakinkan audiens untuk melakukan tindakan tertentu, biasanya berhubungan dengan pembelian atau penggunaan produk atau layanan. Bagaimana cara advertensi ini dikomunikasikan dan penampilan visualnya bervariasi, namun ada pola umum yang dapat ditemukan dalam desain dan struktur iklan.
Hal ini sebagian disebabkan oleh struktur industri pemasaran itu sendiri. Dalam dunia yang ideal, setiap bisnis akan membuat iklan yang unik dan khusus untuk produk atau layanan mereka. Namun, kenyataannya adalah bahwa banyak iklan dibuat oleh agensi pemasaran yang melayani banyak klien. Sebagai hasilnya, gaya, tema, dan motif tertentu mungkin muncul berkali-kali dalam iklan untuk produk atau layanan yang berbeda.
Keakraban Sebagai Sarana untuk Mencapai Pengaruh yang Menguntungkan
Ada alasan lain mengapa kita mungkin sering menemukan iklan yang mirip: psikologi manusia. Penelitian telah menunjukkan bahwa kita memiliki kecenderungan untuk merasa lebih positif terhadap hal-hal yang kita kenal. Ini dikenal sebagai efek keakraban atau bias keakraban. Dalam dunia pemasaran, ini berarti bahwa iklan yang terlihat atau terdengar dikenal mungkin lebih efektif daripada iklan yang sepenuhnya baru atau asing.
Akhir Kata
Jadi, selanjutnya saat kamu menemui iklan yang tampaknya membayangi iklan lain, ingatlah bahwa ini bukan sekedar kebetulan. Sebaliknya, ini adalah hasil dari struktur, strategi, dan psikologi industri periklanan. Dan selama iklan tersebut dapat meraih perhatian kita dan mempengaruhi perilaku belanja kita, trend ini kemungkinan besar akan terus berlangsung. Jadi, lalu pertanyaan bagi kita semua menjadi; apakah kita akan terus menjadi konsumen pasif dari iklan ini, atau akan kita mulai lebih kritis dan sadar akan apa yang kita lihat dan dengar?