Disimilasi merupakan fenomena linguistik yang mengubah suatu bunyi dalam satu kata menjadi bunyi lain agar lebih mudah diucapkan. Fenomena ini muncul ketika awalan ter- bergabung dengan kata dasar, yang kemudian menjadi awalan dis-. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai bagaimana awalan ter- mengalami peristiwa disimilasi apabila melekat pada kata dasar dan beberapa contohnya.
Awalan Ter-
Dalam bahasa Indonesia, ter- adalah awalan yang cukup umum dan digunakan untuk membentuk kata kerja, baik yang aktif maupun pasif. Contoh kata-kata dengan awalan ter- antara lain: terbuka, tertarik, tersenyum, terjatuh, dan terbang. Selain itu, awalan ter- juga digunakan untuk menyatakan kondisi tertinggi dalam suatu hal, seperti tercepat, terindah, dan terbesar.
Disimilasi Awalan Ter-
Meskipun ter- sering digunakan untuk membentuk kata kerja, ada beberapa kondisi ketika ter- mengalami peristiwa disimilasi. Disimilasi biasanya terjadi karena adanya dua bunyi dalam satu kata yang memiliki kesamaan, yang kemudian salah satunya berubah agar lebih mudah diucapkan.
Dalam kasus awalan ter-, disimilasi terjadi ketika awalan ter- melekat pada kata dasar yang sudah diawali dengan huruf ‘r’ atau ‘l’ dan seringkali terjadi untuk kata yang ada di awal kalimat.
Misalnya, ketika ter- melekat pada kata dasar ‘retas’, disimilasi akan terjadi dan menghasilkan kata ‘disretas’. Disimilasi yang terjadi pada awalan ter- ini berfungsi untuk mempermudah pengucapan dan penyesuaian fonologis antara awalan dengan kata dasar.
Contoh Kata Dengan Disimilasi Awalan Ter-
Berikut adalah beberapa contoh kata dengan disimilasi awalan ter-:
- terlunta + lunta => disillusioned
- terlupakan => dilupakan
- terlena => dilena
- terryuana => diryuana
- terlontar => dilontar
Dari contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa disimilasi awalan ter- menghasilkan awalan dis-, yang kemudian melekat pada kata dasar yang diawali dengan huruf ‘r’ atau ‘l’.
Kesimpulan
Fenomena disimilasi awalan ter- dalam bahasa Indonesia adalah sebuah proses linguistik yang menarik. Hal ini karena awalan ter- berubah menjadi awalan dis- ketika melekat pada kata dasar tertentu, terutama yang diawali dengan huruf ‘r’ atau ‘l’. Proses disimilasi ini membantu pengucapan dan penyesuaian fonologis antara awalan dengan kata dasar.