Terlibat dalam diskusi dan percakapan adalah hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ada kalanya peserta didik atau anak-anak kita mungkin irit bebicara saat ditanya, terlebih jika pertanyaan tersebut menyangkut perasaan atau isu yang sensitif. Bagaimana seharusnya orang tua menanggapi peserta didik yang irit bebicara saat ditanya? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ole ibu dan bapak untuk mendukung anak dalam menggali dan mengungkapkan pikiran serta perasaan mereka.
1. Jadilah Pendengar yang Baik
Sebagai langkah pertama, ibu dan bapak harus memastikan bahwa mereka menjadi pendengar yang baik untuk anak mereka. Berilah perhatian penuh saat anak berbicara, ciptakan situasi yang aman dan nyaman agar mereka merasa didengarkan. Hindari menginterupsi pembicaraan dan berilah waktu pada mereka untuk mengatur pikiran serta apa yang ingin mereka sampaikan.
2. Mengajukan Pertanyaan yang Terbuka
Ibu dan bapak perlu mengajukan pertanyaan yang terbuka untuk mendorong anak-anak berbicara lebih banyak. Pertanyaan yang terbuka adalah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Misalnya, bukan “Apakah kamu suka ke sekolah?”, tapi ajukan “Ada cerita menarik apa hari ini di sekolah?”. Dengan pertanyaan yang terbuka, peserta didik akan terdorong untuk berbicara lebih banyak tentang pengalamannya, perasaannya, dan pemikirannya.
3. Jangan Terburu-buru untuk Memberikan Solusi
Banyak orang tua yang merasa perlu segera menyelesaikan masalah anak-anak mereka, sehingga tergoda untuk segera memberikan solusi. Namun, hal ini bisa membuat peserta didik merasa tidak merasa didengarkan dan dihargai. Karena itu, sebelum menawarkan solusi atau nasihat, pastikan dulu untuk menghargai pikiran dan perasaan anak serta memahami kondisinya.
4. Buatlah Suasana Percakapan yang Mendukung
Lingkungan yang mendukung seperti ketenangan, privasi, dan kondisi emosional yang baik, membantu peserta didik yang irit bebicara menjadi lebih nyaman untuk membuka dan berbicara tentang pertanyaan yang diajukan. Maka, ibu dan bapak perlu menciptakan suasana yang aman dan kondusif untuk berbicara.
5. Beri Pujian dan Semangat
Setiap kali peserta didik berbicara lebih banyak atau lebih terbuka, berikan pujian atau dorongan positif. Ini akan membuat mereka merasa dihargai dan percaya diri untuk terus berbicara dan mengungkapkan perasaan mereka.
Dalam menghadapi peserta didik yang irit bebicara saat ditanya, ibu dan bapak perlu beradaptasi dan mengubah cara mereka berkomunikasi agar anak merasa didukung dan didorong untuk berbicara tentang pikiran serta perasaan mereka. Tetap sabar dan terbuka, serta kedepankan empati dalam setiap percakapan, maka seiring berjalannya waktu, peserta didik akan lebih nyaman untuk berbicara dan menjawab pertanyaan dari orang tua.