Pernikahan adalah suatu kehidupan sakral dan penting dalam setiap adat dan agama, terutama dalam Islam. Sebuah pernikahan yang sah harus memenuhi adab dan ketentuan syariat yang sudah ditetapkan. Namun, dalam beberapa kasus, kita seringkali menemukan berbagai pelaksanaan pernikahan yang belum sepenuhnya mengikuti adab dan ketentuan syariat. Artikel ini bertujuan untuk mencerminkan beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pernikahan menurut adab dan syariat Islam.
Ketidaksesuaian Mahar
Mahar (mas kawin) menjadi salah satu rukun penting dalam pernikahan Islam. Menentukan mahar sebenarnya sangat fleksibel, bisa berupa uang, barang, ataupun bentuk lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Namun, kesalahan yang sering terjadi adalah pengaturan mahar yang tidak sesuai syariat, entah itu jumlahnya berlebihan yang memberatkan salah satu pihak, atau bentuk dan jenis mahar yang tidak legit menurut hukum Islam.
Pengabaian Wali Nikah
Wali merupakan komponen penting dalam suatu pernikahan. Pengabaian wali dalam konteks pernikahan adalah salah satu bentuk kesalahan dalam pelaksanaan pernikahan berdasarkan syariat. Dalam pelaksanaan pernikahan, wali berhak mempertimbangkan calon menantu dan mewakili putri mereka dalam pernikahan.
Pesta Pernikahan yang Mewah dan Berlebihan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam pelaksanaan pernikahan adalah pesta pernikahan yang mewah dan berlebihan. Mengadakan pesta pernikahan memang tidak dilarang, namun harus tetap dalam batas-batas kesederhanaan dan jauh dari pemborosan.
Tidak adanya Saksi yang Sah
Saksi dalam pernikahan memiliki peran penting untuk memvalidkan suatu pernikahan. Terkadang, pelaksanaan pernikahan dilakukan tanpa adanya saksi yang memenuhi persyaratan syariat, ini tentu saja membuat pernikahan tersebut tidak sah menurut hukum Islam.
Berpakaian Tidak Pantas
Adab dalam pernikahan juga mencakup cara berbusana kedua mempelai dan para tamu undangan. Menurut ketentuan syariat, busana yang digunakan dalam acara harus menutup aurat dan tidak mencolok.
Pentingnya memahami dan menerapkan adab dan ketentuan syariat dalam pernikahan bukanlah hal yang bisa diabaikan begitu saja. Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kita akan pentingnya menjunjung tinggi syariat dalam pelaksanaan pernikahan. Pernikahan bukan hanya tentang pesta dan kebahagiaan semata, melainkan komitmen spiritual yang harus dijaga keberlangsungan dan kesuciannya.