Dunia ini memang penuh dengan berbagai rintangan dan kesulitan. Kehidupan kita tidak lepas dari tantangan, baik itu cobaan, ujian, maupun kesulitan. Dalam menghadapi semua itu, seseorang dituntut untuk memiliki sikap yang baik dan kuat. Jika kita melihat ke dalam pandangan Islam, maka konsep qada dan qadar menjadi sangat penting untuk dipahami. Bagaimana seharusnya sikap seseorang yang beriman kepada qada dan qadar dalam menghadapi kesulitan? Mari kita bahas lebih dalam.
Ma’nanya Qada dan Qadar
Sebelum membicarakan tentang sikap seseorang dalam menghadapi kesulitan, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan qada dan qadar. Qada dan qadar dalam Islam merujuk kepada takdir atau ketentuan dari Allah SWT tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Qada mengandung arti penentuan, sedangkan qadar mengandung arti pembatasan. Mereka berdua mencerminkan konsep predestinasi dalam Islam, yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah ditentukan oleh Allah SWT.
Sikap Orang yang Beriman Ketika Menghadapi Kesulitan
- Menerima dengan Lapang Dada: Bagi orang yang beriman, kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari qada dan qadar Allah SWT. Mereka memahami bahwa kesulitan tersebut bukanlah hukuman, melainkan ujian dari-Nya. Maka dari itu, mereka menerima kesulitan dengan lapang dada dan sabar.
- Ikhtiar dan Tawakkal: Orang yang beriman tak hanya duduk diam menerima kesulitan. Mereka juga berusaha untuk mengambil langkah dan usaha dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan tersebut. Inilah yang disebut dengan ikhtiar. Setelah berikhtiar, mereka bertawakkal, yaitu meletakkan segala usaha dan hasilnya kepada Allah SWT.
- Penuh Doa: Meski menghadapi kesulitan, mereka terus berdoa kepada Allah SWT. Mereka memohon pertolongan, petunjuk, dan kekuatan dari-Nya untuk dapat melewati kesulitan tersebut.
- Optimis dan Positif Thinking: Terakhir, mereka selalu berpikir positif dan optimis bahwa ada hikmah di balik setiap kesulitan yang dihadapi. Mereka yakin bahwa setiap kesulitan pasti diikuti oleh kemudahan.
Sebagai penutup, konsep qada dan qadar adalah bagian penting dalam aqidah seorang Muslim. Konsep ini menjadi landasan dalam membentuk sikap dan cara pandang seorang Muslim dalam menghadapi kesulitan. Dengan beriman kepada qada dan qadar, seseorang akan lebih kuat, sabar, dan optimis dalam menghadapi kesulitan yang dihadapinya. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi setiap kesulitan dan cobaan yang ada.