Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang perbedaan antara skala suhu Celsius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin? Mungkin Anda telah terbiasa dengan satu atau dua skala suhu ini, tetapi bagaimanakah perbandingannya? Posting blog ini akan menjelaskan detail tentang skala suhu ini.
Celcius
Dalam skala Celsius, air membeku pada 0 derajat dan mendidih pada 100 derajat, dalam tekanan atmosfer normal. Skala ini dibuat oleh Anders Celsius, seorang astronom Swedia.
Reamur
Reamur adalah skala suhu yang dinamai menurut nama René Antoine Ferchault de Réaumur, yang memperkenalkannya pada tahun 1730. Dalam skala ini, titik beku air diatur pada 0 derajat Reamur, dan titik didihnya diatur pada 80 derajat Reamur.
Fahrenheit
Skala Fahrenheit dinamai menurut Daniel Gabriel Fahrenheit, yang mengenalkannya pada tahun 1724. Dalam skala ini, air membeku pada 32 derajat dan mendidih pada 212 derajat.
Kelvin
Skala Kelvin adalah satu-satunya skala suhu yang menggunakan nol absolut, titik di mana semua gerakan molekular berhenti. Suhu ini sebanding dengan -273,15 derajat Celsius.
Perbandingan
Berikut adalah formula untuk mengonversi antara skala suhu:
- Dari Celcius ke Fahrenheit: (°C * 1.8) + 32 = °F
- Dari Fahrenheit ke Celcius: (°F – 32) / 1.8 = °C
- Dari Celcius ke Reamur: °C * 0.8 = °Ré
- Dari Reamur ke Celcius: °Ré / 0.8 = °C
- Dari Celcius ke Kelvin: °C + 273.15 = K
- Dari Kelvin ke Celcius: K – 273.15 = °C
Skala suhu memiliki aplikasi yang berbeda berdasarkan wilayah geografis dan konteks ilmiah atau teknikal. Celcius sering digunakan di hampir seluruh dunia, Fahrenheit digunakan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Belize, dan beberapa wilayah Karibia, sedangkan Kelvin digunakan dalam konteks ilmiah seperti fisika dan kimia. Skala Reamur jarang digunakan saat ini, lebih banyak digunakan di Eropa pada abad 18-19.
Itulah perbandingan skala suhu Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin. Semoga informasi ini dapat membantu Anda memahami lebih jauh tentang skala suhu dan perbandingannya.