Bentuk sanksi yang bersifat tegas, nyata, mengikat, dan memaksa bagi setiap orang merupakan sanksi dari norma

Sanksi sering kali merupakan bagian integral dari norma-norma sosial dan hukum. Sanksi yang bersifat tegas, nyata, mengikat, dan memaksa bagi setiap orang biasanya terkait dengan sanksi terhadap pelanggaran norma hukum atau norma sosial.

Menurut Soerjono Soekanto, norma sosial adalah aturan yang berlaku di masyarakat yang diiringi dengan sanksi bagi individu atau kelompok jika mereka melanggar aturan tersebut. Sanksi dapat berupa teguran, denda, pengucilan, atau hukuman fisik. Sanksi ini memberikan bukti nyata dan dapat dirasakan oleh individu atau kelompok yang melanggar norma tersebut, dan memaksa mereka untuk mematuhi norma.

Pelanggaran norma sosial, atau penyimpangan, menghasilkan sanksi sosial. Ada tiga bentuk utama sanksi sosial untuk penyimpangan: 1) sanksi hukum, 2) stigmatisasi, dan 3) preferensi untuk satu perilaku daripada perilaku lainnya. Sanksi hukum terutama dijatuhkan oleh badan penegak hukum dan biasanya berbentuk pidana atau denda. Stigmatisasi adalah sanksi sosial di mana individu atau kelompok yang melanggar norma tersebut dicap sebagai orang-orang yang berbeda, aneh, atau tidak normal. Sementara preferensi untuk satu perilaku daripada perilaku lainnya mengacu pada cara masyarakat umumnya mempromosikan perilaku yang sesuai dengan norma dan menghukum perilaku yang melanggar norma.

Terakhir, sanksi dapat dibagi menjadi dua kategori utama: positif dan negatif. Sanksi positif merujuk kepada respon dengan karakteristik mendorong, seperti pujian atau penghargaan. Sanksi negatif merujuk kepada respon yang mengecewakan, termasuk hukuman. Sanksi ini adalah cara masyarakat memengaruhi perilaku anggotanya dan memastikan bahwa norma-norma dihargai dan dipatuhi.

Sanksi juga berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang memaksa individu untuk mematuhi norma. Ketika seseorang melanggar norma, baik secara sadar atau tidak, sanksi memaksa individu tersebut untuk berperilaku sesuai dengan norma atau harus menerima konsekuensinya. Dengan cara ini, sanksi berfungsi sebagai pemaksa yang mengikat, tegas, dan nyata bagi setiap orang yang melanggar norma.

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun sanksi dapat memaksa kepatuhan terhadap norma, sanksi tidak selalu efektif. Melakukan sanksi yang berlebihan bisa menimbulkan resistensi dan mungkin malah menciptakan lebih banyak pelanggaran norma. Oleh karena itu, mengaplikasikan sanksi dengan bijaksana dan sebanding dengan pelanggaran sangat penting dalam menjaga keseimbangan dalam masyarakat.

Leave a Comment