Banyak yang menganggap bermain game sebagai kegiatan sejahtera yang hanya dilakukan untuk hiburan atau sederhana untuk mematikan waktu. Namun, menelisik lebih dalam, kita akan menemui bahwa terdapat komponen psikologis dan sosial yang lebih kompleks dalam kebutuhan individu untuk bermain game. Mengapa game menjadi kebutuhan bagi banyak orang? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Gangguan Dalam Intensitas Bermain Game
Pandangan yang merendahkan game sering kali terbatas pada konsep bahwa bermain game dapat berkembang menjadi kecanduan. Memang, kompetisi, progresi permainan yang tidak berkesudahan, dan jaringan sosial yang terbentuk di sekitar game sering kali menjadi cikal bakal kecanduan (King, Delfabbro, & Griffiths, 2010). Dorongan kompulsif untuk bermain game tanpa henti dapat mengganggu keseimbangan hidup dan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Kebutuhan Manusia Dasar Dan Bermain Game
Namun, bukannya menjauh dari permainan, mari kita lihat melampaui ancaman potensial tersebut dan menyelidiki hubungan antara bermain game dan pemenuhan kebutuhan manusia dasar. Menurut teori psikologi humanistik seperti Teori Kebutuhan Maslow, bermain game dapat memenuhi beberapa kebutuhan manusia penting seperti kebutuhan untuk mencapai kedewasaan, peningkatan diri dan interaksi sosial yang sehat (Przybylski, Rigby, & Ryan, 2010).
Berdasarkan intensitas dan jenis permainan, bermain game dapat membantu individu dalam upaya peningkatan diri seperti pengembangan keterampilan pemecahan masalah, ekspresi kreatif, dan mengasah kemampuan kognitif mereka. Dilain pihak, game multiplayer online memberikan platform bagi individu untuk terhubung dan berinteraksi dalam komunitas, memenuhi kebutuhan sosial dan membuat rasa identitas.
Menghargai dan Mengatur Intensitas Bermain Game
Memahami bahwa bermain game memiliki potensi memberikan manfaat lebih dari sekedar hiburan, titik relevant bagi individu yang bermain game dan mereka yang paling penting di dalam hidup mereka adalah: bagaimana kita mengelola intensitas bermain game? Regulasi dan peningkatan kesadaran diri dapat menjadi langkah awal untuk menjaga keseimbangan antara hadiah dan resiko bermain game.
Sebagai individu, kita harus tahu kapan waktunya bermain game dan kapan waktunya menghargai pemberian lain dalam kehidupan. Untuk orangtua, pendidik, dan penasihat lainnya, mendukung remaja dan anak muda dalam pengaturan ini adalah kunci penting dalam mengarahkan mereka ke penggunaan game yang sehat dan positif.
Kesimpulan
Jadi, berdasarkan intensitasnya, bermain game bisa dibilang lebih dari sekedar hiburan – itu adalah kebutuhan psikologis dan sosial manusia yang mempengaruhi kesejahteraan kita. Dengan regulasi dan kesadaran yang tepat, kita dapat memanajemen intensitas bermain game, sehingga membuat game menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menjadi sumber peningkatan diri dan interaksi sosial yang sehat.