Sebagai manusia, kita terus mengalami perubahan dan perkembangan menakjubkan dari waktu ke waktu. Berdasarkan keluasan ruang, maka sejarah dapat dikategorikan menjadi tiga: Mikrosejarah, Makrosejarah, dan Megasejarah. Kita akan fokus pada konsep ini, bagaimana kita bisa memahami dan menggambarkan sejarah melalui lensa berbagai skala.
1. Mikrosejarah
Mikrosejarah merupakan cabang sejarah yang fokus pada peristiwa, individu, dan komunitas kecil dalam rentang waktu yang pendek. Biasanya melibatkan kajian mendalam dalam suatu masalah sosial, ekonomi, budaya, politik atau intrinsik manusia yang berskala lebih kecil. Contoh kasus yang berhubungan dengan Mikrosejarah adalah studi tentang kehidupan seorang pahlawan pada masa tertentu, penelitian tentang perkembangan satu desa atau konflik keluarga dalam suatu masyarakat.
Beberapa historiografis populer yang berkaitan dengan mikrosejarah antara lain “The Cheese and the Worms” oleh Carlo Ginzburg, yang mencoba memahami dunia pikiran seorang petani di abad ke-16 melalui pengadilan inkuisisi, dan “The Return of Martin Guerre” oleh Natalie Zemon Davis, mengenai identitas seorang prajurit abad ke-16 yang menggantikan identitas orang lain.
2. Makrosejarah
Makrosejarah adalah sejarah yang fokus pada peristiwa, masyarakat, dan peradaban yang lebih luas dalam rentang waktu yang relatif panjang. Bidang ini membahas tema-tema seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya dalam skala lebih luas. Dirangkum dalam narasi sejarah yang lebih kompleks dan sering kali mencakup peradaban yang berinteraksi dalam periode yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada satu negara atau wilayah.
Contoh kasus yang melibatkan makrosejarah antara lain penjajahan Eropa di berbagai benua, Perang Dunia I dan II, serta Perdagangan Internasional pada zaman kuno yang berkaitan dengan rute Sutra dan Samudera. Beberapa buku populer yang menyampaikan sejarah dalam skala makrosejarah seperti “Guns, Germs, and Steel” karya Jared Diamond dan “The Rise and Fall of the Great Powers” oleh Paul Kennedy.
3. Megasejarah
Megasejarah adalah cabang sejarah yang membahas peristiwa dan perkembangan di skala yang sangat besar, mencakup sejarah manusia, bumi, dan alam semesta itu sendiri. Daerah kajian ini sangat luas, melampaui batasan waktu dan lokasi serta menghubungkan berbagai bidang seperti geologi, biologi, kosmologi, dan antropologi.
Salah satu contoh aplikasi megasejarah adalah studi tentang bagaimana bumi terbentuk dan berkembang. Buku “Big History” oleh David Christian dan “Cosmos” oleh Carl Sagan adalah contoh karya megasejarah yang populer dalam menjelaskan interaksi antara manusia, bumi, dan alam semesta.
Setelah memahami pengkategorian sejarah berdasarkan keluasan ruang, kita diharapkan mampu memahami peristiwa dan perkembangan dalam skala yang lebih luas serta melihat hubungan antara berbagai periode, masyarakat, dan peristiwa dalam menggambarkan sejarah yang kompleks dan saling berhubungan.