Salah satu topik yang sering ditanyakan dan menjadi keraguan di kalangan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan adalah: apakah bisa terjadi kehamilan jika berhubungan intim saat haid tapi sperma keluar di luar? Faktanya, topik ini cukup rumit dan di dalamnya terlibat berbagai faktor biologis dan fisiologis. Mari kita coba pecahkan misteri ini dan berikan pencerahan yang diharapkan banyak orang.
Siklus Menstruasi dan Kehamilan
Sebelum melanjutkan, penting bagi kita untuk memahami apa itu siklus menstruasi dan kapan kesempatan untuk hamil paling tinggi. Siklus menstruasi rata-rata berkisar antara 28 hingga 30 hari, dan di dalamnya ada ‘window’ atau jendela waktu tertentu di mana sel telur wanita siap dibuahi dan kemungkinan hamil adalah yang paling tinggi.
Jendela kesuburan ini biasanya terjadi pada sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi (untuk siklus reguler 28 hari), dan bertahan hingga 5 hari. Itu karena, meskipun sel telur hanya hidup selama 12 hingga 24 jam setelah ovulasi, sperma bisa bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 5 hari. Jadi jika berhubungan intim dalam lima hari sebelum dan pada hari ovulasi, peluang kehamilan adalah paling tinggi.
Berhubungan Intim Saat Haid
Jadi, bagaimana jika berhubungan intim saat haid? Secara teori, kemungkinan hamil sangat rendah selama menstruasi. Hal ini karena sel-sel telur yang dihasilkan selama siklus menstruasi sebelumnya telah mati dan dikeluarkan dari tubuh selama menstruasi, dan sel telur baru belum diproduksi.
Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ini. Misalnya, jika siklus menstruasi seseorang sangat singkat (kurang dari 28 hari) atau menstruasinya berlangsung lebih lama dari biasanya, mungkin saja sel telur baru diproduksi segera setelah menstruasi berakhir, dan jika sperma masih ada di dalam tubuh wanita (ingat, sperma bisa bertahan hidup hingga 5 hari), maka ada kemungkinan kehamilan.
“Sperma Keluar di Luar”
Kemungkinannya akan lebih rendah lagi jika “sperma keluar di luar”, atau dalam istilah medis, ejakulasi di luar (withdrawal method). Metode ini melibatkan pria mencabut penis dari vagina sebelum ejakulasi, dengan harapan mencegah sperma memasuki tubuh wanita.
Walau bisa mengurangi risiko kehamilan, metode ini tidak 100% aman. Bahkan tanpa ejakulasi, cairan pre-ejakulasi bisa mengandung sperma, dan, jika ini terjadi selama ‘window’ kesuburan, bisa saja menghasilkan kehamilan. Jadi, meskipun risikonya rendah, masih ada kemungkinan, meskipun sangat kecil.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa kemungkinan hamil dari hubungan intim saat haid dengan sperma keluar di luar sangat rendah, namun masih ada. Setiap individu berbeda, dan berbagai faktor, termasuk panjang siklus menstruasi atau durasi menstruasi, bisa berperan.
Jika Anda tidak ingin risiko kehamilan, metode kontrasepsi yang lebih efektif (seperti pil KB, kondom, atau IUD) sebaiknya digunakan. Dan seperti selalu, jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan seksual Anda, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan profesional.