Pengertian menutup aurat dalam dunia Islam adalah sebuah ajaran yang mengharuskan umatnya untuk menutup bagian tubuh yang dianggap sebagai alat fitnah, yang mana bagi laki-laki adalah area antara pusat sampai lutut dan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Namun, dalam konteks ini, kita akan membahas tentang apa yang sebenarnya BUKAN alasan untuk menutup aurat dalam Islam.
Tanda Kekuasaan Pria
Hal yang perlu pertama kali ditegaskan adalah bahwa menutup aurat bukanlah sebuah tanda bahwa pria memiliki otoritas atau kekuasaan atas perempuan. Pakaian yang menutup aurat bagi umat islam adalah perintah agama yang tujuannya untuk menjaga martabat dan harkat diri, baik dari sisi laki-laki maupun perempuan. Maka dari itu, menganggap bahwa menutup aurat adalah sebagai tanda kekuasaan pria adalah pemahaman yang salah.
Tanda Ketidakpercayaan
Kedua, menutup aurat bukanlah tanda dari ketidakpercayaan. Pelaksanaan menutup aurat tidak berarti menunjukkan bahwa seseorang itu tidak percaya pada orang lain. Menutup aurat adalah bagian dari menjalankan ajaran agama Islam, bukan sebuah tanda bahwa seseorang tidak bisa dipercaya atau dianggap berpotensi menciptakan fitnah.
Bukan sebagai Penyembunyian Identitas
Ketiga, seseorang memilih untuk menutup auratnya bukan berarti dia mencoba untuk menyembunyikan identitasnya. Menutup aurat adalah cara menjaga diri dari segala hal yang bisa merusak kehidupan lahir dan batin. Oleh karena itu, menganggap bahwa menutup aurat adalah untuk menyembunyikan identitas adalah persepsi yang keliru.
Bukan Alat Diskriminasi
Keempat, menutup aurat sama sekali bukan alat diskriminasi. Meskipun pada masyarakat tertentu, menutup aurat bisa dianggap sebagai hal yang merendahkan. Namun, pada kenyataannya dalam ajaran islam sendiri, menutup aurat justru adalah bentuk dari penghormatan bagi diri sendiri dan orang lain.
Dalam Islam, menutup aurat adalah salah satu bentuk dari rasa takwa seseorang kepada Allah SWT. Menjaga aurat adalah bagian dari menjaga martabat dan harkat diri. Semua alasan di atas sama sekali bukanlah alasan sebenarnya dalam menjalankan ibadah menutup aurat ini. Mari kita saling menghargai pilihan seseorang dalam menjalankan ajaran agamanya dan menghindari segala bentuk anggapan negatif yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan.