Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Contoh Masyarakat Yang Mengalami Disintegrasi Yaitu

Seringkali kita mendengar atau membaca istilah “disintegrasi masyarakat”. Tetapi apa sebenarnya disintegrasi masyarakat itu? Dalam istilah sederhana, disintegrasi masyarakat dapat diartikan sebagai proses pemisahan atau keretakan yang terjadi dalam suatu masyarakat atau kelompok. Ini dapat mencakup keretakan politik, sosial, etnis, atau agama. Namun, tidak semua masyarakat yang mengalami perubahan atau konflik bisa dikategorikan mengalami disintegrasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh masyarakat yang tidak mengalami disintegrasi.

1. Masyarakat yang Memiliki Kekuatan Integrasi yang Kuat

Pertama, kita harus memahami bahwa masyarakat yang memiliki kekuatan integrasi yang kuat tidak mengalami disintegrasi. Meski ada perbedaan pendapat atau konflik kecil, masyarakat ini mampu mempertahankan kesatuan dan kerukunan. Hal ini karena mereka memiliki nilai-nilai yang kuat yang menyatukan mereka, seperti rasa persatuan dan gotong royong, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

2. Masyarakat yang Mengalami Modernisasi

Banyak yang beranggapan bahwa masyarakat yang mengalami proses modernisasi atau perubahan sosial dan budaya cenderung mengalami disintegrasi. Namun, ini seringkali tidak benar. Sejujurnya, modernisasi seringkali membantu memperkuat masyarakat dengan membuka peluang baru dan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang dunia. Selama perubahan ini dikelola dengan baik dan diikuti dengan peningkatan pendidikan dan pentahbisan nilai-nilai kebersamaan, modernisasi bisa jadi bukan menjadi faktor disintegrasi.

3. Masyarakat dalam Negara Demokrasi

Negara dengan sistem demokrasi yang kuat juga bukan merupakan contoh masyarakat yang mengalami disintegrasi, meskipun ada perbedaan pendapat dan pilihan politik di antara masyarakatnya. Dengan sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan publik. Konflik dan perbedaan pendapat dalam konteks ini merupakan bagian dari proses demokrasi dan bukanlah tanda adanya disintegrasi masyarakat.

4. Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultural yang mampu menghargai dan menerima perbedaan juga bukan contoh masyarakat yang mengalami disintegrasi. Justru sebaliknya, masyarakat ini dengan adanya perbedaan justru menjadi lebih kuat dan dinamis. Dalam masyarakat multikultural, perbedaan ras, agama, dan budaya bukan menjadi alasan untuk keretakan, melainkan sebagai titik kekuatan dalam keragaman.

Disintegrasi masyarakat adalah fenomena yang harus dicegah untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Memahami apa itu disintegrasi dan mengetahui contoh masyarakat yang tidak mengalaminya adalah langkah awal dalam upaya mencegah disintegrasi masyarakat.

Leave a Comment